XL Andalkan Pinjaman Eksekusi Axis US$865 Juta

NERACA

Jakarta- PT XL Axiata Tbk (EXCL) mengandalkan modal pinjaman untuk membiayai transaksi akuisisi dan merger PT Axis Telekom Indonesia (Axis). Sesuai dengan Perjanjian Jual Beli Bersyarat (Conditional Sales Purchase Agreement - CSPA), perseroan harus membayar kepada pemegang saham Axis sebesar US$865 juta usai memperoleh persetujuan pemegang saham.

Presiden Direktur PT XL Axiata Tbk, Hasnul Suhaimi mengatakan, pihaknya akan membiayai transaksi ini dengan 58% pinjaman dari pemegang saham Axiata, dan 42% dari institusi finansial. “Untuk membiayai transaksi ini XL akan menggunakan kombinasi pinjaman yaitu dari pemegang saham Axiata sebesar US$ 500 juta dan pinjaman dari institusi finansial sebesar US$ 365 juta.” katanya di Jakarta, Rabu (5/2).

Menurut dia, akuisisi dan merger ini akan dapat memberikan keuntungan jangka panjang baik kepada perseroan, shareholders, maupun stakeholders telekomunikasi di Indonesia. Hal ini didasarkan pada analisis bisnis dan teknik yang telah dilakukan perseroan. “Melalui akuisisi dan merger perseroan dapat mengatasi keterbatasan sumber daya yang kini dialami oleh perusahaan.” ujarnya.

Selain mendapatkan persetujuan pemegang saham, kata dia, merger ini juga telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Komunikasi dan Informasi (Kominfo) dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Persetujuan Kominfo atas akusisi ini sebelumnya telah diperoleh pada 29 November 2013. Dalam surat persetujuan tersebut, Kominfo memutuskan spektrum yang dikembalikan sebesar 10 MHz di frekuensi 2100,”Kami yakin bahwa keputusan tersebut akan memberikan manfaat optimal untuk pengembangan dan penguatan bisnis perseroan ke depan. Walaupun pada awalnya kami berharap hanya 5 MHz di 2100 yang dikembalikan ke Pemerintah.” jelas Hasnul.

Keseluruhan spektrum Axis, menurut dia, sejumlah 15 MHz di 1800 MHz diberikan seluruhnya kepada perseroan, yang akan digunakan untuk memajukan industri telekomunikasi bersama seluruh stakeholder. Persetujuan akuisisi dan merger ini juga akan memberikan kapasitas tambahan yang bermanfaat bagi stakeholders. Termasuk efisiensi aset dan belanja modal perseroan. “Lebih dari 65 juta pelanggan akan diuntungkan melalui kualitas layanan yang lebih prima dan cakupan jaringan yang luas.” ucapnya. (lia)

BERITA TERKAIT

Goodyear Kantungi Pinjaman US$ 20 Juta

Danai pengembangan bisnisnya, PT Goodyear Indonesia Tbk (GDYR) telah menandatangani perubahan pertama pemberian fasilitas perbankan korporasi dari Bank HSBC Indonesia.…

Sandiaga Lepas 30,1 Juta Saham Saratoga - Danai Kampanye Pilpres 2019

NERACA Jakarta – Calon wakil presiden 2019, Sandiaga Salahuddin Uno kembali melepas kepemilikan sahamnya di PT Saratoga Investama Sedaya Tbk…

TOWR Naikkan Pinjaman Jadi Rp 300 Miliar - Rubah Perjanjian JP Morgan

NERACA Jakarta – Besarnya kebutuhan dana ekspansi bisnis, menjadi alasan bagi PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) melalui anak usahanya…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Verena Multifinance Patok Rights Issue Rp140

PT Verena Multifinance Tbk (VRNA) menetapkan harga pelaksanaan penambahan modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau right…

Mandiri Kaji Terbitkan Obligasi US$ 1 Miliar

Perkuat modal guna memacu pertumbuhan penyaluran kredit, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) berencana menerbitkan instrumen utang senilai US$ 1 miliar.…

Realisasi Kontrak Baru PTPP Capai 66,22%

NERACA Jakarta - Sampai dengan September 2018, PT PP (Persero) Tbk (PTPP) berhasil mengantongi total kontrak baru sebesar Rp32,45 triliun.…