Mahasiswa Indonesia Unjuk di Kontes Internasional

Shell Eco-Marathon (SEM) ASIA 2014

Sabtu, 08/02/2014

Sebanyak 18 tim mahasiswa dari 12 universitas di Indonesia berangkat ke Manila, Filipina untuk berkompetisi di final Shell Eco-marathon (SEM) Asia 2014. Untuk pertama kalinya, tim-tim Indonesia dengan mobil ciptaannya bertarung melawan tim-tim dari 14 negara di trek jalan raya.

Mereka bersaing menjadi tim pemenang yaitu tim yang dapat menempuh jarak terjauh dengan 1kWh atau 1 liter bahan bakar saja. Luneta Park, sebuah taman bersejarah di jantung kota Manila, dipenuhi ratusan mahasiswa dari berbagai negara di Asia dan Timur Tengah. Mereka memacu sejauh-jauhnya mobil ciptaan mereka dengan hanya berbekal 1 liter bahan bakar saja. Itulah yang terjadi pada ajang final Shell Eco-marathon (SEM) Asia 2014 yang berlangsung pada 6-9 Februari 2014 di Manila, Filipina.

Dalam kompetisi ini Indonesia diwakili oleh 18 tim mahasiswa dari 12 universitas yang tersebar di Pulau Jawa, Sumatera dan Kalimantan. Dalam SEM Asia 2014, tim-tim mahasiswa Indonesia mengerahkan 8 mobil Prototype dan 10 mobil UrbanConcept. Ke-18 mobil ini menggunakan beragam bahan bakar seperti bensin, disel, FAME (Fatty Acid Methyl Ester 100% - bahan bakar biodiesel), baterai listrik, ethanol hingga Fuel Cell (hydrogen).

Tim-tim mahasiswa Indonesia senantiasa berani mencoba beragam pilihan bahan bakar sejak pertama kalinya mengikuti SEM Asia pada tahun 2010 lalu. Tim-tim dari ITB, misalnya, merupakan tim-tim yang telah menjajal beragam bahan bakar mulai dari bensin, diesel, ethanol, FAME hingga baterai listrik.

Mengikuti SEM ASIA sejak tahun 2010, mobil-mobil karya tim ITB telah meraih sejumlah prestasi membanggakan di SEM Asia. Pada tahun 2010, misalnya, mobil berbahan baku ethanol karya Tim Exia ITB memenangkan kategori People Choice Award sebagai tim yang paling populer dengan perolehan suara lebih dari 65.000. Tahun berikutnya, giliran mobil karya Tim Cikal ITB yang berhasil memenangkan Gasoline Fuel Award.

Pada tahun 2012 lalu, Tim Cikal Cakrasvarna ITB berhasil meraih juara pertama untuk kategori UrbanConcept dengan bahan bakar bensin. Dua tim lain dari ITB yaitu Tim Cikal Cakrawala ITB berhasil menempatkan diri pada posisi kedua untuk kategori UrbanConcept dengan bahan bakar baterai listrik dan Tim Cikal Diesel ITB dengan mobil UrbanConcept berbahanbakar FAME (100%) yang juga meraih posisi kedua.

Kali ini, ITB yang mengirimkan 2 tim ke SEM Asia 2014 kembali berlaga lewat dua mobil kreasinya yaitu Tim RAKATA dengan mobil “Rakata V3” yang berbahan bakar ethanol dan Tim Cikal Diesel dengan mobil “Garuda” yang berbahan bakar FAME 100%.

“Kami sangat menantikan momen bertanding di SEM Asia 2014 ini. Tim kami akan berkompetisi pada kategori Prototype dengan bahan bakar etanol. Rakata konsisten untuk merancang dan membangun kendaraan berbahan bakar minimum dan ramah lingkungan dari aspek emisinya,” ujar Tim Manajer Tim Rakata, Habib Suryo.

Habib lebih jauh menjelaskan bahwa pilihan timnya menggunakan etanol yang merupakan bahan bakar terbarukan, adalah jawaban Tim Rakata terhadap isu krisis bahan bakar fosil yang sedang dihadapi dunia.

Tim lain yang juga sarat dengan prestasi di SEM Asia adalah ITS. Tim asal Surabaya ini ikut dalam SEM Asia sejak tahun 2010 dan langsung mencatat prestasi menggembirakan dengan meraih Juara Pertama dalam kategori Combustion Grand Prize dan kategori Gasoline Fuel Award untuk kelas UrbanConcept. Bahkan tahun berikutnya (2011) lewat mobil karyanya yang diberi nama “SapuAngin 4” berbahanbakar FAME 100%, tim ITS berhasil keluar sebagai Juara Pertama di kategori Combustion Grand Prize dan menerima Grand Prize di kategori UrbanConcept Internal Combustion Engine serta Alternative Diesel Fuel Award. Terakhir pada 2012 lalu, ITS Team 2 berhasil meraih posisi pertama dalam kategori Alternative Diesel Fuel Award.

Pada SEM Asia 2014, Tim ITS membuktikan kemampuannya di trek dengan dua mobil karyanya yaitu “Sapu Angin 8” dan “Antasena PX” yang masing-masing menggunakan bahan bakar FAME (100%) dan Hydrogen.

Selain tim “veteran” seperti tim dari ITB, ITS dan UI, tim-tim baru juga turut berkompetisi di SEM Asia. Tahun ini, beberapa tim pendatang baru seperti tim Gladiator 2 PNJ dari Politeknik Negeri Jakarta, Mesin Polnep Team 5 (Politeknik Negeri Pontianak) dan Cimahi 2 (Politeknik Technical Education Development Center Bandung) menguji kemampuan mobil ciptaannya masing-masing di SEM 2014 ini. Ketiga tim ini mengusung mobil rakitan berbahan baku bensin untuk pertama kalinya dalam kategori Prototype.

“Kami sangat bangga atas semangat dan inovasi adik-adik mahasiswa yang mewakili Indonesia dalam ajang Shell Eco-marathon Asia 2014. Prestasi mereka selama ini sejak SEM Asia pertama di tahun 2010 telah menginspirasi dan membangun rasa percaya diri rekan-rekannya di seluruh Indonesia, bukan hanya dari universitas terkemuka maupun dari kota-kota besar saja, bahwa mereka mampu berpartisipasi di ajang internasional ini, dan juga menjadi bagian dari upaya mencari solusi bagi permasalahan energi dan mobilitas yang dihadapi masyarakat dunia,” tutur Presiden Direktur & Country Chairman Shell Indonesia, Darwin Silalahi

Hal yang menggembirakan dan membanggakan adalah, sejak pertama kali SEM Asia diselenggarakan tahun 2010 yang diikuti oleh 8 tim dari Indonesia, partisipasi tim-tim Indonesia semakin meningkat sampai dengan 18 tim peserta Indonesia tahun ini dengan latar belakang yang beragam, tidak terbatas pada universitas-universitas besar.

“Kami juga sangat bangga bahwa Shell Eco-marathon ini telah menginspirasi dilaksanakannya ajang kompetisi tahunan serupa di tingkat nasional yaitu Indonesia Energy Marathon Challenge (IEMC) yang diselenggarakan dengan dukungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,” tambah dia.