Penjualan Emas Antam Tumbuh 30%

Senin, 03/02/2014

NERACA

Jakarta- PT Antam Tbk (ANTM) mencatatkan penjualan emas sepanjang tahun lalu mencapai 9.391 kg (301.928 oz). Angka tersebut mengalami peningkatan sebesar 34% dibandingkan tahun 2012 yang mencapai 7.024 kg. Informasi ini disampaikan manajemen perseroan dalam keterangan resminya di Jakarta, akhir pekan kemarin.

Disebutkan, dengan kenaikan volume penjualan tersebut, pendapatan tidak diaudit dari komoditas emas perseroan mencapai Rp4,7 triliun. Nilai penjualan emas ini lebih tinggi 30% dibandingkan tahun 2012 yang tercatat Rp3,63 triliun. Di sisi lain, volume produksi emas di tahun 2013 lebih rendah 11% dibandingkan tahun 2012 yang berjumlah 2.874 kg.

Tercatat, volume produksi emas pada tahun 2013 tercatat sebesar 2.562 kg (82.370 oz) yang terdiri dari 1.722 kg (55.364 oz) dari tambang Pongkor dan 840 kg (27.007 oz) dari tambang Cibaliung. Sementara produksi emas perseroan pada kuartal keempat tahun 2013 tercatat 710 kg (22.827oz) dengan capaian volume penjualan sebesar 1.756 kg (56.457 oz).

Capaian produksi ini dinilai cukup baik di tengah kendala penurunan kadar bijih emas di Pongkor serta adanya kendala teknis di kegiatan penambangan di Cibaliung yang merupakan uncontrollable factor. Ditargetkan, total produksi emas di tahun 2014 dapat mencapai 2.572 kg (82.692oz). Total produksi ini antara lain berasal dari Pongkor sebesar 1.570 kg (50.477 oz) dan Cibaliung sebesar 1.002 kg (32.215 oz). Adapun untuk penjualan emas sendiri, ditargetkan sebesar 13.570 kg (436.286 oz.)

Pihak manajemen mencatat, sepanjang tahun 2013 perseroan melakukan aktivitas eksplorasi emas di prospek Bujang dan Batulicin, Jambi; Air Niru, Bengkulu; Pongkor dan Papandayan, Jawa Barat dan juga Cibaliung, Banten. Total biaya sebelum diaudit yang digelontorkan perseroan untuk kegiatan eksplorasi ini sebesar Rp108,8 miliar.

Aktivitas eksplorasi emas di Bujang dan Batulicin meliputi kegiatan pemboran, pemetaan geologi detail dan semi detail. Sementara untuk kegiatan eksplorasi emas di Pongkor, Jawa Barat bertujuan untuk mendapatkan sumber daya mineral emas tereka dan terindikasi. Kegiatan eksplorasi ini meliputi kegiatan pemetaan geologi detail, pengukuran lintasan, pengukuran geoJsika IP, serta core logging dan sampling.

Adapun aktivitas eksplorasi di wilayah Pongkor antara lain pemetaan geologi detail, pengukuran lintasan, pemboran, core logging, pemercontoan inti, mineralograI, dan analisa tanah dan batuan. Kegiatan eksplorasi emas di Cibaliung, Jawa Barat bertujuan untuk melokalisasi penyebaran mineralisasi vein system, sedang kegiatan eksplorasi Air Niru, Bengkulu antara lain meliputi pemetaan geologi detail, puritan, hand auger, percontoan soil dan batuan, pemerian singkapan, dan pemetaan struktur detail.

Sebagai strategi yang dilakukan perseroan untuk menjangkau lebih banyak konsumen retail di Indonesia, emiten yang bergerak di bidang pertambangan ini membuka lima Butik Emas Logam Mulia (LM) untuk wilayah Jakarta, Bandung, Surabaya, Makassar dan Palembang. Rencananya, perseroan akan kembali membuka 5-10 butik emas lagi di tahun ini. (lia)