Semester Dua, SMF Terbitkan Obligasi Rp 1 Triliun

NERACA

Jakarta – Perkuat modal guna mendanai proyek-proyek infrastruktur di Indonesia, PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) berencana menerbitkan surat utang atau obligasi senilai Rp1 triliun,”Nantinya dana hasil obligasi itu akan disalurkan ke proyek-proyek infrastruktur,”kata Sekretaris Perusahaan Sarana Multi Infrastruktur Astried Swastika di Jakarta, Rabu (29/1).

Dia mengemukakan, penyaluran dana hasil obligasi itu akan sesuai dengan delapan sektor proyek yang tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK), di antaranya kelistrikan, air, dan proyek pendukung minyak dan gas (migas). Rencananya, penerbitan obligasi itu rencananya dilakukan pada semester satu tahun ini. Sampai pekan ini, perseroan telah menyalurkan pembiayaan sekitar Rp5 triliun untuk hampir 40 proyek infrastruktur.

Menurut dia, portofolio pembiayaan itu merupakan "multifier effect". Sarana Multi Infrastruktur masuk sebagai minoritas pembiayaan agar investor menangkap sinyal bahwa pemerintah pun juga masuk ke dalam proyek. Sehingga, investor akan tertarik,”Inilah yang disebut sebagai 'multiplier effect'. Kami bertugas sebagai katalis," ujar dia.

Astried mengemukakan bahwa obligasi yang akan diterbitkan itu merupakan aksi korporasi perseroan pertama di industri pasar modal. Aksi itu juga menjadi salah satu upaya pertama perseroan mendapatkan dana dari masyarakat.

Sementara Senior Vice President Sarana Multi Infrastruktur, David Widianto menambahkan, pendanaan melalui pasar modal bisa mendorong perseroan lebih mandiri untuk terus berkembang,”Dana pasar modal kan didapat dari investor, jadi kita harus bisa memberikan kepercayaan yang baik dengan cara mengembangkan perusahaan agar tetap tumbuh ke depanvya," ujar dia.

Saat ini, SMI masih melakukan seleksi untuk mencari perusahaan penjamin pelaksana emisi (underwriter) terkait penerbitan obligasi itu. Sebagai informasi, realisasi penyaluran pinjaman PT Sarana Multi Griya Finansial (SMF) kepada lembaga penyalur kredit pemilikan rumah (KPR) hingga Desember 2013 mencapai 90,8% dari target Rp2,5 triliun pada tahun ini.

Direktur Utama SMF Raharjo Adisusanto pernah bilang, pihaknya telah menyalurkan pinjaman Rp2,27 triliun sejak Januari hingga kemarin. “Artinya, masih kurang sekitar Rp230 miliar dari target,” katanya.

Agar dapat mencapai target tahun 20131, SMF berencana menyalurkan pinjaman lagi kepada bank dalam sisa waktu 2 pekan mendatang sebelum berganti tahun. Namun, Raharjo belum bersedia menyebutkan identitas bank itu. Yang pasti, bank tersebut bukan merupakan bank pembangunan daerah (BPD) mengingat nilai pinjaman yang hendak disalurkan dinilai tidak kecil yakni sekitar Rp230 miliar. “Sekarang masih tahap akhir,” katanya.

Raharjo mengatakan SMF berupaya untuk memenuhi target Rp2,5 triliun yang ditetapkan oleh pemegang saham yakni Kementerian BUMN. “Paling tidak, melalui kerjasama itu nanti bisa mendekati atau lebih dari Rp2,5 triliun,”jelasnya. (bani)

Related posts