Jumlah Akuntan Masih Jauh dari Kebutuhan

NERACA

Jakarta -Di Indonesia perbandingan ketersediaan akuntan profesional dengan kebutuhan dunia kerja masih terjadi ketimpangan. Data menunjukan, dibutuhkan sekitar 452 ribu akuntan, padahal Pusat Pembinaan Akuntan dan Jasa Penilai (PPAJP) Kementerian Keuangan mencatat tersedia kurang dari 16 ribu akuntan profesional.

Kepala Bidang Usaha Akuntan Publik PPAJP, Agus Suparto mengatakan, jika kondisi tersebut tidak dibenahi maka ribuan akuntan regional akan datang ke Indonesia. “Jika tidak dibenahi maka diperkirakan akuntan luar akan praktik di Indonesia,” kata Agus di Jakarta, Rabu (29/1).

Dia juga menjelaskan, berdasarkan data, Malaysia, Singapura dan Thailand mempunyai jumlah akuntan yang jauh lebih banyak dari kita. “Karena itu kita perlu langkah strategis untuk mempercepat pertumbuhan akuntan profesional dalam negeri, baik secara kualitas maupun kuantitas,” ucap dia.

Dalam rangka menyambut penyelenggaraan ujian Chartered Accountant (CA), Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) meluncurkan silabus ujian CA. Hal ini dilakukan untuk mensejajarkan akuntan professional Indonesia dalam kerangka persaingan di ASEAN Economic Community (AEC) 2015.

Silabus CA yang akan memastikan kompetensi lulusan CA Indonesia berada di level yang seharusnya, mencakup tujuh aspek, yaitu; 1) Pelaporan Korporat, 2) Manajemen Stratejik dan Kepemimpinan, 3) Tata Kelola Korporat dan Etika, 4) Akuntansi Manajemen Lanjutan, 5) Manajemen Perpajakan, 6) Manajemen Keuangan Lanjutan, dan 7) Sistem Informasi dan Pengendalian Internal.

Kebutuhan dunia kerja Indonesia akan akuntan profesional jelas sangat tinggi. Hingga awal tahun ini saja, setidaknya 226 ribu organisasi di Indonesia yang memerlukan jasa akuntan. Dengan asumsi satu organisasi setidaknya butuh mempekerjakan dua orang akuntan, akan terbuka peluang bagi 452 ribu akuntan profesional.

IAI mencatat, jumlah akuntan profesional yang teregistrasi sebagai anggota IAI hanya sebanyak 15.940 orang. Jumlah ini jauh di bawah akuntan profesional yang ada di negara tetangga. Malaysia memiliki 30.236 akuntan profesional, Filipina punya 19.573 akuntan, Singapura 27.394 akuntan, dan Thailand memiliki 56.125 akuntan. Dari sini saja tergambar peta persaingan menuju pasar tunggal ASEAN yang sudah di depan mata.

Di lain pihak, lulusan akuntansi dari perguruan tinggi se-Indonesia pada 2010 mencapai angka 35.304. Jumlah ini meningkat drastis dari tahun-tahun sebelumnya, 24.402 lulusan (2009), 25.649 (2008), 27.335 (2007), dan 28.988 (2006).

Direktur Eksekutif IAI, Elly Zami Husin mengatakan, selain tugas besar meningkatkan jumlah akuntan profesional Indonesia, IAI akan terus menjaga integritas, etika, dan kompetensi CA Indonesia untuk membantu entitas dan dunia kerja (users) mencapai tujuannya. “Di sisi lain, dunia kerja akan menjadi lapangan bagi CA untuk berkarya,” jelas Elly.

Karena itu, CA ini akan menjadi masa depan profesi akuntan. Ketika CA dan dunia kerja bisa menciptakan simbiosis mutualisma, maka masa depan profesi, sekaligus masa depan dunia bisnis Indonesia akan terjamin dengan sendirinya. [sylke]

Related posts