Darma Henwa Raih Utang Senilai US$92,80 juta

NERACA

Jakarta- PT Darma Henwa Tbk (DEWA), perusahaan jasa kontraktor pertambangan umum Grup Bakrie memperoleh penjaminan utang dari READ Finance Company Ltd. senilai US$92,80 juta. Penjaminan utang ini diperoleh setelah ditandatanganinya Assignment Contract and Account Charge sehubungan dengan penjaminan utang oleh pihak READ Finance Company Ltd. kepada PT Dinamika Reka Geoteknik (“DRG”) pada 23 Januari 2014.“Dalam perjanjian tersebut, perseroan memberikan jaminan berupa piutang usaha hanya atas jasa tambahan dari pekerjaan subkontrak yang diberikan perseroan kepada DRG.” kata Direktur PT Darma Henwa Tbk, Wachjudi Martono dalam keterangan resminya Jakarta, Selasa (28/1).

Pihaknya menegaskan, penjaminan utang DRG oleh perseroan merupakan transaksi material yang tidak memerlukan persetujuan terlebih dahulu dari Rapat Umum Pemegang Saham sebagaimana diatur dalam peraturan Bapepam LK NO.IX.E.2. tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama.

Informasinya, emiten jasa kontraktor pertambangan ini baru saja melepas 93,47% saham di PT DH Energy ke Lennett Limited. Adwin H Suryohadiprojo, Presiden Direktur Darma Henwa, mengatakan divestasi DH Energy merupakan langkah restrukturisasi perseroan untuk melepas aset-aset perusahaan yang tidak produktif. “Langkah divestasi diharapkan dapat menciptakan struktur perusahaan yang lebih efisien dan fokus,” ucapnya.

Perseroan telah menandatangani share purchase agreement (SPA) dengan Lennete Limited terkait divestasi 93,47% saham perseroan di DH Energy.DH Energy sendiri merupakan anak usaha Darma Henwa di bidang jasa kelistrikan yang mulai beroperasi sejak 2007. DH Energy bergerak dibidang distribusi dan impor peralatan listrik. Serta jasa konsultasi pembangkit tenaga listrik.

Pada tahun ini, Darma Henwa memperkirakan pendapatan turun menjadi US$ 220 juta-250 juta dibanding target pendapatan 2013 yang mencapai US$ 400 juta. Penurunan pendapatan terutama disebabkan bisnis utama perseroan, yakni jasa kontraktor tambang batubara yang melemah seiring pembatasan produksi batubara.

Tercatat, sejak Januari hingga September 2013 pendapatan Darma Henwa dari Arutmin sebesar US$58,9 juta atau berkontribusi sebanyak 33,53% terhadap total pendapatannya sebesar US$175,66 juta. Pendapatan terbesar disumbang oleh PT Kaltim Prima Coal, juga anak usaha BUMI, sebesar US$87,63 juta atau 49,89%.

Sedangkan, pada periode sama tahun lalu Arutmin menyumbang US$108,48 juta atau 43,3% terhadap total pendapatan Darma Henwa US$250,51 juta. Adapun Kaltim Prima Coal berkontribusi US$126,57 juta atau 50,52%. Per 30 September 2013 bisnis jasa kontraktor pertambangan umum Darma Henwa menghasilkan rugi usaha sebesar US$17,58 juta. Rugi ini lebih dalam dari rugi pada Januari-September 2013 sebesar US$10,64 juta. Sementara untuk kas dan setara kas perseroan per September 2013 sebesar US$5,92 juta dan utang usaha US$84,24 juta.

Related posts