Indeks Pefindo 25 Ditargetkan Tumbuh 15%

NERACA

Jakarta – Tahun ini, Lembaga Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mengincar pertumbuhan indeksnya yaitu Pefindo 25 dapat tumbuh 12%-15% atau diharapkan dapat tumbuh seiring kenaikan target pertumbuhan IHSG.

Analis Pefindo Guntur Tri Hariyanto mengungkapkan, sepanjang tahun 2013 lalu, kinerja indeks Pefindo 25 mengalami penurunan sangat drastis dari pada indeks-indeks lainnya yang ada di bursa. Pada tahun lalu posisi Indeks Pefindo25 tercatat di level 358.5 atau anjlok 23,7% jika dibanding posisi akhir tahun 2012 di level 469.9,”Pergerakan indeks Pefindo 25 turun dibandingkan indeks lain di 2013 karena memang saham-saham di indeks ini karakternya tampak turun cukup dalam presentasenya. Namun, kami optimis pada 2014 IHSG akan bagus dan indeks kita juga akan ikut bagus dan melebihi indeks lainnya”, ungkapnya di Jakarta, Senin (27/1).

Secara historikal, kegiatan pemilu selalu memberi dampak positif bagi indeks. Kendati pada 2013 lalu, indeks Pefindo mengalami penurunan yang paling anjlok dari indeks lainnya, namun dia yakin tahun Pemilu 2014 akan membantu indeks Pefindo 25 kembali naik.

Berdasarkan data Pefindo, IHSG tercatat turun sebanyak 0,99% ke level 4274,2 dibandingkan tahun sebelumnya yakni 4316,7. Indeks LQ 45 menurun sebanyak 3,25% dari 735,0 ke level 711,4 sepanjang tahun lalu. Sementara Kompas 100 mengalami penurunan sebanyak 3,83% dari 946,3 ke level 910,1.

SMI Infra 18 dan Bisnis 27 masing-masing menurun 1,55% dan 1,86%. Sedangkan Infobank 15 dan MNC 36 masing-masing mengalami penurunan sebesar 2,38% dan 0,48%. Hanya indeks Sri Kehati yang mencatat kenaikan 0,94%, dari level 231,1 pada 2012 ke level 233,3 hingga akhir 2013.

Lebih rinci analis Pefindo lainnya, Achmad Kurniawan Sudjatmiko menjelaskan, saham emiten yang tercatat di indeks Pefindo 25 sensitif terhadap sentimen negatif pasar selama 2013. Meski begitu, dia cukup yakin investor tetap dapat menjadikan Pefindo 25 sebagai acuan alternatif untuk melakukan investasi.

Dalam kurun waktu dari 2010 hingga 2012, indeks Pefindo 25 memiliki return hingga 40%. Namun, senada dengan Guntur, dia mengakui bahwa pada 2013 kemarin, saham Pefindo 25 turun karena memang saham-saham yang masuk kategori Pefindo 25 bukanlah saham-saham yang nilainya mahal.

Saham emiten yang menempati indeks Pefindo 25 terdiri dari perusahaan kecil dan menengah yang diseleksi dengan kriteria tertentu. Adapun proses seleksi saham Indeks Pefindo 25, aset tidak melebihi Rp5 triliun, tingkat pengembalian modal sekurang-kurangnya sama dengan rata-rata ROE seluruh emiten, memperoleh opini akuntan berupa wajar tanpa pengecualian, dan telah tercatat di bursa sekurang-kurangnya 6 bulan.

Sementara sisanya dilihat berdasarkan likuiditas seperti volume transaksi, frekuensi transaksi, nilai transaksi, jumlah hari perdagangan, dan jumlah floating share. Adapun saham baru yang masuk pada periode 1 Februari 2014-31 Juli 2014 adalah PT Bisi International Tbk, PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk, PT Nippon Indosari Corporindo Tbk, PT Sarana Mediatama Metropolitan Tbk, PT Surya Citra Media Tbk, PT Wismilak Inti Makmur Tbk. (nurul)

Related posts