Ekspor Asal Kabupaten Sukabumi Cenderung Naik

Sukabumi - Ekspor berdasarkan Surat Keterangan Asal (SKA) Kabupaten Sukabumi setiap tahunnya cenderung naik secara signifikan. Tahun 2012 pencapaian ekspor sebesar US$168.229.380 dan pada tahun 2013 naik sebesar US$31.281.077,68, menjadi US$199.580.458,29.

Kepala Seksi Perdagangan Luar Negeri (PLN) pada Bidang Perdagangan, V. Dollar Nababan kepada Neraca Kamis (23/1) menyebutkan, kenaikan angka pencapaian itu karena meningkatnya angka investasi di Kabupaten Sukabumi.

Secara umum, ungkap dia, realisasi ekspor Kabupaten Sukabumi berdasarkan wilayah Kecamatan Cicurug merupakan wilayah penyumbang ekspor terbesar dengan angka sebesar US$80.780.977,60, disusul Kecamatan Parungkuda sebesar US$63.893.936, 47. Peringkat ketiga dihuni Kecamatan Cikembar dengan angka US$19.382.504.68. pada peringkat keempat diraih Kecamatan Cibadak penyumbang ekspor sebesar US$10.770.041.73, dan peringkat kelima oleh Kecamatan Sukabumi dengan realisasi US$7.852.146,57.

“Enam Kecamatan lagi yang berpotensi ekspor yakni, Kecamatan Cidahu, Parakan Salak, Nagrak, Palabuhanratu, Kebon Pedes dan Cicantayan juga menunjukkan angka peningkatan ekspor dari sisi nilai,” ungkap dia.

Dari sisi target, ulas dia, tahun 2012 target pencapaian ekspor sebesar US$168.299.380,61 dan capaiannya melebihi target. Sedangkan pada tahun 2013, target ekspor 140.000.000.00 terealisasi sebesar US$199.580.458,29. “Pencapaian ekspor tahun 2013 melebihi target. Adapun target kita pada tahun 2014 ini kemungkinan pada angka US$176.juta, dan kalau melihat tingginya minat investasi dan permintaan pasar akan produk Kabupaten Sukabumi, target itu akan terealisasi,” tutur dia.

Ia menyebutkan, berdasarkan komoditi, sumbangan terbesar masih didominasi sektor garmen, komponen elektronik dan listrik, boneka, kosmetik, komponen elektrik dan listrik, kayu olahan, handycraft, bahan kimia dan aneka, makanan dan minuman, ikan beku dan olahan, rubber strip serta tanaman hias.

Related posts