Berpeluang Menguat, Pergerakan IHSG Makin Perkasa

NERACA

Jakarta – Lagi, peradagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Rabu sore berhasil ditutup menguat 24,990 poin (0,56%) ke level 4.477,489. Sementara Indeks LQ45 menguat 6,049 poin (0,81%) ke level 757,374. Aksi beli investor asing mampu mengokohkan pergerakan indeks BEI di zona hijau. Tercatat dana asing kembali masuk ke lantai bursa kali ini sekitar Rp 350 miliar.

Analis PT Anugerah Sekurindo Indah, Bertoni Rio mengatakan, berlanjutnya aksi beli investor memicu penguatan indeks BEI, “Revisi proyeksi pertumbuhan ekonomi global menjadi 3,7% dari sebelumnya 3,6% memicu sentimen positif bursa Asia, termasuk IHSG BEI," katanya di Jakarta, Rabu (22/1).

Selain itu, dia menambahkan, spekulasi menjelang dirilisnya laporan keuangan 2013 menambah sentimen positif sehingga IHSG kembali terdongkrak pada perdagangan Rabu. Berikutnya, indeks BEI Kamis, lanjutnya, diproyeksikan akan bergerak menguat karena masih ada sentimen positif. Dimana indeks harga saham gabungan (IHSG) bakal bergerak di kisaran 4.450 - 4.490 poin.

Beberapa saham yang dapat diperhatikan untuk perdagangan Kamis (23/1) diantaranya Bumi Serpong Damai (BSDE), Erajaya Swasembada (ERAA), dan Vale Indonesia (INCO). Perdagangan kemarin, hanya empat sektor yang masih merah, enam sektor lainnya sudah bisa berjalan di zona hijau. Saham-saham unggulan di sektor tambang dan konsumer memimpin penguatan.

Aksi beli jelang penutupan didominasi investor asing. Transaksi asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 359,66 miliar di seluruh pasar. Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 212.378 kali pada volume 4,317 miliar lembar saham senilai Rp 5,379 triliun. Sebanyak 148 saham naik, sisanya 139 saham turun, dan 77 saham stagnan.

Bursa saham China masih memimpin penguatan bursa regional dengan lonjakan lebih dari dua persen. Menutup perdagangan Rabu, bursa Asia kompak menguat. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya United Tractor (UNTR) naik Rp 1.150 ke Rp 20.950, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 1.050 ke Rp 26.850, Matahari (LPPF) naik Rp 600 ke Rp 13.075, dan Indofood CBP (ICBP) naik Rp 500 ke Rp 11.600.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indocement (INTP) turun Rp 625 ke Rp 20.825, Semen Indonesia (SMGR) turun Rp 300 ke Rp 14.675, Mitra Adiperkasa (MAPI) turun Rp 200 ke Rp 5.700, dan Asuransi Ramayana (ASRM) turun Rp 185 ke Rp 990.

Perdagangan sesi pertama, indeks BEI ditutup menguat HSG tipis 5,312 poin (0,12%) ke level 4.447,187. Sementara Indeks LQ45 berkurang 0,154 poin (0,02%) ke level 751,171. Ketika tidak ada sentimen positif yang beredar, investor pun galau antara berburu saham atau melepas portofolio untuk dana segar. Pergerakan investor asing juga tidak terlalu agresif hingga sesi pertama. Empat indeks sektoral berhasil menguat, namun enam lainnya terjebak di zona merah. Koreksi terdalam dialami saham-saham di sektor konstruksi. Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 122.786 kali pada volume 2,138 miliar lembar saham senilai Rp 2,959 triliun. Sebanyak 95 saham naik, sisanya 140 saham turun, dan 88 saham stagnan.

Bursa-bursa regional bergerak mixed pada sesi pertama. Hanya bursa saham China yang mampu melonjak hingga lebih dari satu persen. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya United Tractor (UNTR) naik Rp 675 ke Rp 20.475, Indofood CBP (ICBP) naik Rp 375 ke Rp 11.475, Multi Prima (LPIN) naik Rp 250 ke Rp 5.275, dan Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 250 ke Rp 26.050.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 850 ke Rp 44.150, Indocement (INTP) turun Rp 725 ke Rp 20.725, Matahari (LPPF) turun Rp 450 ke Rp 12.025, dan Mitra Adiperkasa (MAPI) turun Rp 125 ke Rp 5.775.

Diawal perdagangan, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Rabu dibuka turun 7,24 poin atau 0,16% menjadi 4.445,26 dan indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 1,87 poin (0,25%) ke level 749,46.

Sementara itu pada pukul 09.45 WIB, terpantau IHSG BEI bergerak menguat 10,82 poin (0,24%) 4.463,32 poin. Head of Research Valbury Asia Securities, Alfiansyah mengatakan, nilai tukar rupiah yang stabil dapat menjadi sinyal positif bagi indeks bursa saham Indonesia,”Selain itu, kondisi politik dan keamanan Indonesia jelang pemilu legislatif yang tetap kondusif, menjadi perhatian bagi pemodal terhadap investasi di Indonesia," katanya.

Menurut dia, hal itu berbeda dengan Thailand, gejolak politik yang terjadi sejak Agustus 2013 lalu mendorong investor megurangi investasinya di negara itu,”Namun, kondisi bursa global yang diperkirakan bergerak melambat pada hari ini, setidaknya bisa memberikan pengaruhnya bagi IHSG untuk bergerak 'mixed', tetapi masih berpotensi naik,"jelasnya.

Bursa regional, diantaranya indeks Hang Seng dibuka menguat 1,44 poin (0,01%) ke level 23.034,56, indeks Nikkei turun 1,22 poin (0,01%) ke level 15.794,74 dan Straits Times melemah 2,59 poin (0,06%) ke posisi 3.132,69. (bani)

Related posts