Golden Eagle Serap Dana Rp 324,50 Miliar

PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT) hingga akhir Desember 2013 telah menyerap dana hasil Penawaran Umum Terbatas (PUT) I sebesar Rp324,50 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (21/1).

Sebagai informasi, perseroan mengantungi dana hasil pelaksanaan PUT I pada 2012 senilai Rp404,32 miliar. Realisasi penggunaan dana sebesar Rp324,50 miliar untuk akuisisi PT Naga Mas Makmur Jaya dan PT Rajawali Resources sebesar Rp283 miliar, senilai Rp38 miliar untuk belanja modal dan Rp3,5 miliar.

Sementara sisa dananya sebesar Rp79,82 miliar, sebagian perseroan menyimpannya dalam deposito di Bank Permata sebesar Rp59,38 miliar dan sisanya Rp20,45 miliar dalam rekening giro Bank Permata dan Bank Mandiri.

Perseroan tahun ini menargetkan pendapatan sebesar Rp1,06 triliun. Pendapatan ini akan diraih dari kedua anak usahanya, yakni PT Triaryani dan PT International Prima Coal (IPC)."Target kami tahun ini untuk Triaryani produksi batu bara sebanyak 1,2 juta ton, dan IPC sebesar 1 juta ton," kata Direktur Keuangan PT Golden Eagle Energy Tbk, Abed Nego.

Untuk harga batu bara dari kedua perusahaan tersebut, kata Abed, berbeda-beda karena faktor pasarnya. "Kan Triaryani masih baru, jadi belum dikenal. Harga batu bara IPC itu US$50-US$60 juta (per ton), sedangkan Triaryani hanya US$35 juta (per ton)," ujar dia.

Jika, harga batu bara IPC sebesar US$50-US$60 juta per ton dengan target penjualan produksi sebesar 1 juta ton, maka yang diperoleh perseroan sebesar US$33,9 juta. Sedangkan, produksi Triaryani sebanyak 1,2 juta ton dikalikan harga batu baranya sebesar US$35 juta ton per tahun, maka hasilnya US$75,6 juta. Dengan hasil kedua perusahaan tersebut, total pendapatan induk perusahaan yakni PT Golden Eagle Energy Tbk sebesar Rp1,06 triliun. (bani)

Related posts