Perburuan Aksi Beli Investor Masih Berlanjut

NERACA

Jakarta – Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang hari berada di zona hijau karena dipicu keyakinan investor untuk terus masuk ke bursa dan mengoleksi harga saham yang sudah murah. Investor regional menguasai aksi beli di perdagangan kemari, kendatipun sentimen negatif nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah di posisi Rp 12.120 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 12.115 per dolar AS.

Mengakhiri perdagangan, indeks harga saham gabungan (IIHSG) ditutup menguat 20,927 poin (0,47%) ke level 4.452,499. Sementara Indeks LQ45 ditutup naik 2,863 poin (0,38%) ke level 751,325. Kata analis Indo Premier Securities Ikhsan Binarto, ekpektasi pelaku pasar terhadap laporan keuangan emiten kuartal empat 2013 cukup positif sehingga indeks BEI kembali melanjutkan penguatan.

Selain itu, lanjut dia, kondisi bursa eksternal yang juga berada di area positif menambah motivasi pelaku pasar untuk masuk ke pasar mengambil posisi beli saham."Sentimen dari internal dan eksternal cukup positif sehingga IHSG BEI kembali terangkat," kata dia di Jakarta, Selasa (21/1).

Dirinya memproyeksikan, indeks BEI Rabu masih berpotensi menguat dan bergerak di kisaran 4.425--4.500 poin. Sementara itu beberapa saham yang direkomendasikan untuk perdagangan Rabu diantaranya, Astra Agro Lestari (AALI), PP London Sumatra Indonesia (LSIP), BW Plantation (BWPT), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), dan Bank Mandiri (BMRI).

Investor asing diawal perdagangan memilih untuk lepas saham. Namun sampai akhir perdagangan, transaksi investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 53,15 miliar di seluruh pasar. Indeks sektor konstruksi menanjak paling tinggi di antara sektor lainnya, mencapai lebih dari dua persen. Tiga sektor masih melemah, yaitu industri dasar, aneka industri, dan manufaktur.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 186.657 kali pada volume 4,77 miliar lembar saham senilai Rp 4,601 triliun. Sebanyak 187 saham naik, sisanya 105 saham turun, dan 75 saham stagnan. Pelaku pasar di Asia fokus kepada pertemuan Bank of Japan yang berlangsung dua hari ke depan. Bursa-bursa regional menyambut ceria pertemuan tersebut dengan kompak menguat.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Mayora (MYOR) naik Rp 625 ke Rp 26.750, Lippo Cikarang (LPCK) naik Rp 400 ke Rp 5.875, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 400 ke Rp 64.350, dan Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 325 ke Rp 25.850. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Multi Bintang (MLBI) turun Rp 19.000 ke Rp 1,08 juta, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 350 ke Rp 45.000, Enseval (EPMT) naik Rp 335 ke Rp 3.375, dan Multi Prima (LPIN) naik Rp 175 ke Rp 5.025.

Berikutnya, perdagangan sesi pertama, indeks BEI ditutup menguat 16,160 poin (0,36%) ke level 4.447,732. Sementara Indeks LQ45 naik 2,289 poin (0,31%) ke level 750,751. Indeks bisa bertahan di zona hijau berkat penguatan saham komoditas dan perbankan. Aksi beli dilakukan investor domestik, sementara asing masih pilih-pilih sambil lepas saham.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 101.447 kali pada volume 2,807 miliar lembar saham senilai Rp 2,59 triliun. Sebanyak 158 saham naik, sisanya 94 saham turun, dan 70 saham stagnan. Bursa-bursa di Asia masih bertahan di zona hijau berkat aksi beli yang dilancarkan investor.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Mayora (MYOR) naik Rp 600 ke Rp 26.725, Bank Danamon (BDMN) naik Rp 305 ke Rp 4.555, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 275 ke Rp 25.750, dan Matahari (LPPF) naik Rp 250 ke Rp 12.450. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Lionmesh (LMSH) turun Rp 500 ke Rp 6.000, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 325 ke Rp 45.025, Siloam (SILO) turun Rp 150 ke Rp 9.300, dan Asahimas (AMFG) turun Rp 125 ke Rp 6.850.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka menguat 10,77 poin atau 0,24 persen menjadi 4.442,34. Sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 2,78 poin (0,37 persen) ke level 751,24.

Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada mengatakan, penguatan mata uang rupiah menjadi salah satu pendorong indeks BEI. Selain itu, lanjut dia, mayoritas bursa saham di kawasan Asia yang berada di area positif menambah sentimen positif bagi bursa saham domestik dan akan kembali memicu pelaku pasar kembali mengambil posisi beli."Secara teknikal, kondisi itu memberikan peluang penguatan. Akan tetapi, selalu waspadai masih adanya aksi ambil untung yang dapat menghambat kenaikan lanjutan bagi IHSG BEI," kata dia.

Bursa regional, diantaranya indeks Hang Seng dibuka melemah 153,06 poin (0,67%) ke level 23.082,01, indeks Nikkei naik 214,37 poin (1,37%) ke level 15.856,80 dan Straits Times menguat 8,62 poin (0,28%) ke posisi 3.137,41. (bani)

Related posts