Saratoga Incar Perusahaan Joint Venture - Investasi Sektor Infratruktur

NERACA

Jakarta- PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) berencana meningkatkan portofolio investasinya di tahun 2014. Perseroan tengah mencari peluang investasi baru dengan menjajaki beberapa mitra potensial yang diharapkan dapat mengoptimalkan bisnisnya. “Kami sedang menjajaki peluang dengan beberapa mitra potensial, termasuk investor asing, yang berencana mendirikan perusahaan joint venture di Indonesia.”kata Presiden Direktur Saratoga Investama Sedaya Tbk, Sandiaga S. Uno di Jakarta, Selasa (21/1).

Peluang investasi yang diharapkan, menurut dia, masih akan tetap fokus pada sektor kunci yang menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia, yaitu infrastruktur, produk dan layanan konsumen dan sumber daya alam. Pihaknya menilai, agenda pemilihan umum serta kondisi makro ekonomi dan pasar modal yang dinamis menjadi tantangan perseroan di tahun ini.

Dengan menyediakan modal jangka panjang untuk mendukung usaha di segala kondisi ekonomi dan putaran bisnis, perseroan akan terus menjalankan filosofi utamanya sebagai mitra pilihan bagi enterpreneur dan para pemilik bisnis. “Di tahun 2014, Saratoga akan terus mencari peluang investasi secara disiplin di bisnis dan sektor yang kami percaya memiliki potensi pertumbuhan yang kuat.” ujarnya.

Selain mencari peluang baru, sambung dia, perseroan juga akan terus mendukung perusahaan investasi yang ada untuk memaksimalkan pertumbuhan bisnisnya. Salah satunya, dukungan modal yang baru-baru ini dilakukan kepada perusahaan investasi perseroan di sektor perkebunan kelapa sawit, PT Provident Agro Tbk (PALM). Adapun perusahaan investasi perseroan lainnya, yaitu PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) dan PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA) yang telah mencatatkan sahamnya di lantai bursa. “Ini memberikan kontribusi positif terhadap kinerja dan pertumbuhan portofolio kami secara keseluruhan.” imbuhnya.

Sementara itu, Chief Financial Officer Saratoga, Jerry Ngo mengatakan, para pemegang saham telah menyetujui perubahan anggaran dasar perusahaan untuk memaksimalkan peluang investasi secara disiplin di sektor dan bisnis yang diyakini memiliki prospek pertumbuhan yang kuat. “Perubahan ini juga akan memperkuat kemampuan manajemen dalam menghadapi siklus makro ekonomi yang dinamis,” ucapnya.

Selain itu, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar kemarin, pihaknya juga menyetujui penunjukan akuntan publik, remunerasi jajaran direksi dan Komisaris tahun 2013, struktur manajemen serta perubahan Anggaran Dasar Perusahaan. Sementara untuk pengembangan perseroan akan dimonitor oleh Michael Soeryadjaya selaku Director of Business Development dan Jerry Ngo. Keduanya akan bertanggung jawab terhadap pengembangan bisnis dan monitoring perusahaan.

Selain berfokus pada tiga sektor utama, pihaknya akan terus berinvestasi pada perusahaan investasi yang sudah ada, dan di saat yang sama akan terus menggali peluang-peluang investasi baru. "Salah satu fokus utama kami lainnya adalah memastikan praktik yang disiplin dalam pengelolaan biaya (cost management) dan proses pemilihan investasi (deal selection processes),” tambah Michael. (lia)

BERITA TERKAIT

Ekspansi di Timur Indonesia - SOTS Siapkan Investasi Rp 250 Miliar

NERACA Jakarta – Pacu pertumbuhan bisnis properti lebih agresif lagi di tahun depan, PT Satria Mega Kencana (SOTS) memiliki rencana…

Geliat Bisnis Investasi - PII Agresif Sertakan Saham di Anak Usaha IPC

NERACA Jakarta – PT Pelabuhan Indonesia Investama (PII) yang merupakan anak usaha PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC, sampai…

Sektor Riil - Komplek Petrokimia Senilai US$3,5 Miliar Dibangun di Cilegon

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian terus mendorong tumbuhnya industri petrokimia di Indonesia untuk semakin memperkuat struktur manufaktur nasional dari sektor…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Perumnas Terbitkan MTN Rp 300 Miliar

Danai pengembangan bisnisnya, Perusahaan Umum Pembangunan Perumahan Nasional (Perumnas) akan menerbitkan surat utang jangka menengah atau medium term notes (MTN)…

BEI Suspensi Saham Perdana Bangun

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan suspensi atau penghentian sementara perdagangan saham PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) setelah sebelumnya…

Indosat Lunasi Obligasi Rp 224,59 Miliar

Meskipun performance kinerja keuangan masih negatif, kondisi tersebut tidak membuat PT Indosat Tbk (ISAT) untuk nunggak bayar obligasi yang jatuh…