OJK Rilis Aturan Efek Beragun Aset

Ketua Eksekutif Pengawasan Industri Keuangan Non Bank Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Firdaus Djaelani mengatakan, pihaknya segera mengeluarkan peraturan baru terkait dengan Efek Beragun Aset (EBA) dalam bentuk surat utang ataupun surat partisipasi (EBA-SP),”Prosesnya sudah sampai final tinggal diputuskan dalam Rapat Dewan Komisioner, untuk jadi sebuah peraturan OJK," kata dia di Jakarta, kemarin.

Dia menjelaskan bahwa pihaknya juga masih harus berkoordinasi dengan pengawas pasar modal terkait dengan peraturan baru yang diharapkan akan segera dirilis pada akhir bulan Januari ini. EBA-SP merupakan bukti kepemilikan secara proprosional atas kumpulan piutang yang dimiliki bersama oleh sejumlah pemegang EBA-SP, dengan tujuan untuk menunjang pembiayaan sekunder perumahan, dan memberikan alternatif pilihan produk investasi bagi investor.

Lebih lanjut Firdaus mengemukakan bahwa pihaknya terus mengimbau para investor pengelola dana jangka panjang agar dapat mempertimbangkan investasinya pada surat utang yang dijamin aset KPR, karena dinilai lebih aman.

Firdaus menjelaskan bahwa peraturan ini merupakan bukti dukungan OJK terhadap program pemerintah yang dijalankan oleh PT Sarana Multigriya Finansial (SMF). SMF adalah perseroan yang telah melakukan lima kali sekuritisasi aset atau pembelian aset KPR Bank BTN (persero) dalam bentuk piutang dengan total nilai mencapai Rp3,9 triliun,”Meskipun dibayangi isu bubble di sektor kredit perumahan, nampaknya kebutuhan perumahan khususnya menengah ke bawah masih cukup tinggi,”ujarnya. (ant/bani)

Related posts