Menepis Sentimen Negatif, IHSG Bertahan

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) awal pekan kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat 19,344 poin (0,44%) ke level 4.431,572. Sementara Indeks LQ45 bertambah 3,122 poin (0,42%) ke level 748,462. Berlanjutnya aksi beli, memicu momentum penguatan indeks BEI yang terjadi sejak awal perdagangan hingga penutupan pasar.

Sentimen negatif melambatnya ekonomi China bisa ditepis dengan baik oleh pelaku pasar,”Penguatan indeks BEI bergerak melawan arah dengan bursa saham di kawasan Asia dikarenakan fenomena pasar modal di awal tahun yakni, 'Januari efek'. Pada kondisi itu, daya beli investor di pasar modal meningkat," ujar analis Trust Sekuritas Yusuf Nugraha di Jakarta, Senin (20/1).

Kendati demikian, lanjut dia, penguatan indeks BEI cenderung tertahan oleh sentimen inflasi domestik yang diproyeksikan meningkat menyusul ekspektasi naiknya tarif dasar listrik (TDL).

Selain itu, lanjut dia, ekonomi China yang melambat juga menjadi salah satu penahan penguatan indeks BEI untuk bergerak lebih tinggi, kondisi itu membuat transaksi pelaku pasar kurang agresif. Berikutnya, indeks BEI Selasa diproyeksikan masih berpeluang menguat di kisaran 4.400--4.450 poin.

Hal senada juga disampaikan analis Sinarmas Sekuritas, Christandi Rheza Mihardja. Dirinya memperkirakan indeks BEI akan kembali bergerak menguat di level 4.410--4.459 poin pada Selasa (21/1), “Perdagangan Selasa akan dipengaruhi oleh data indeks sentimen ekonomi dari negara Jerman yang diperkirakan naik,”ujarnya.

Menurutnya, saham-saham yang dapat diperhatikan yakni Gajah Tunggal (GJTL), Jasa Marga (JSMR), Perusahaan Gas Negara (PGAS), Astra Agro Lestari (AALI). Perdagangan kemarin, aksi beli kali dilakukan investor asing dan domestik. Transaksi investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 93,44 miliar di seluruh pasar. Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 150.709 kali pada volume 3,724 miliar lembar saham senilai Rp 3,901 triliun. Sebanyak 154 saham naik, sisanya 121 saham turun, dan 74 saham stagnan. Melambatnya ekonomi China membuat pelaku pasar di Asia lakukan aksi jual.

Alhasil seluruh bursa di regional langsung kompak menutup perdagangan awal pekan di zona merah. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Multi Bintang (MLBI) naik Rp 27.000 ke Rp 1,1 juta, Astra Agro (AALI) naik Rp 825 ke Rp 21.700, Unilever (UNVR) naik Rp 400 ke Rp 28.050, dan Matahari (LPPF) naik Rp 400 ke Rp 12.200. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Lionmesh (LMSH) turun Rp 500 ke Rp 6.500, Inti Bangun (IBST) turun Rp 300 ke Rp 5.100, Indocement (INTP) turun Rp 275 ke Rp 21.625, dan Darya-Varia (DVLA) turun Rp 165 ke Rp 2.025.

Menutup perdagangan sesi pertama, indeks BEI ditutup menguat 10,692 poin (0,24%) ke level 4.422,920. Sementara Indeks LQ45 menguat 1,690 poin (0,23%) ke level 747,030. Saham-saham komoditas memimpin penguatan, terutama saham emiten sawit. Aksi jual terjadi di saham-saham lapis dua yang pekan lalu sempat naik tinggi.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 84.818 kali pada volume 2,001 miliar lembar saham senilai Rp 2,011 triliun. Sebanyak 126 saham naik, sisanya 112 saham turun, dan 74 saham stagnan.

Melambatnya ekonomi China membuat pelaku pasar di Asia lakukan aksi jual. Alhasil seluruh bursa di regional langsung kompak kena koreksi, kecuali BEI. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Astra Agro (AALI) naik Rp 825 ke Rp 21.700, Matahari (LPPF) naik Rp 425 ke Rp 12.225, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 400 ke Rp 45.400, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 375 ke Rp 25.500. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Multi Bintang (MLBI) turun Rp 8.000 ke Rp 1,06 juta, Indocement (INTP) turun Rp 325 ke Rp 21.575, Saratoga (SRTG) turun Rp 295 ke Rp 4.500, dan Darya-Varia (DVLA) turun Rp 170 ke Rp 2.020.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka melemah 4,20 poin atau 0,10% menjadi 4.408,03, sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 1,08 poin (0,15%) ke 744,26 seiring dengan pelaku pasar saham yang sedang menanti data ekonomi China. Analis Samuel Sekuritas, Yualdo Yudoprawiro mengatakan, bursa Asia termasuk IHSG BEI cenderung melemah seiring dengan pelaku pasar saham sedang menanti data produk domestik bruto (PDB) kuartal empat 2013,”Minimnya sentimen dari domestik akan membuat indeks BEI bergerak searah dengan pergerakan bursa regional," katanya.

Sementara itu, Head of Research Valbury Asia Securities, Alfiansyah mengatakan, dalam perspektif teknikal IHSG telah berada dalam area jenuh beli (overbought) dan mengindikasikan pembalikan arah ke area negatif (down reversal).

Dia menambahkan, peluang koreksi cukup terbuka menyusul bencana alam (banjir) di sejumlah wilayah Indonesia yang menjadi sentimen negatif domestik. Curah hujan yang tinggi dan bencana banjir dapat mengganggu panen, produksi serta distribusi, yang juga berimbas pada perusahaam sektor pertambangan dan perkebunan.

Bursa regional, diantaranya indeks Hang Seng dibuka melemah 73,40 poin (0,32%) ke level 23.059,95, indeks Nikkei turun 121,39 poin (0,77%) ke level 15.606,24 dan Straits Times melemah 16,02 poin (0,51%) ke posisi 3.134,25. (bani)

Related posts