Siloam Tunda Bangun Dua Rumah Sakit - Dampak Situasi Politik

NERACA

Jakarta – Rencana PT Siloam Internasional Hospital Tbk (SILO) membangun 7 Rumah Sakit (RS) di tahun 2014 ini tampaknya tidak akan terealisasi sepenuhnya karena situasi politik. Sekretaris Perusahaan PT Siloam Intenasional Hospital Tbk Budi Suharto menyebutkan, terdapat 2 RS yang diperkirakan bakal tertunda pembangunannya lantaran faktor situasi politik. Sedangkan 5 diantaranya tetap akan dilanjutkan pembangunannya.

Menurut dia, 4 unit RS sedang proses pembangunan dan 1 unit RS melalui proses akuisisi. Rencana pembangunan 7 RS ini masuk dalam program rencana perseroan membangun 40 RS baru hingga 5 tahun ke depan,”Memang ada penundaan pembangunan karena mempertimbangkan situasi politik, tapi penundaan itu tidak akan menganggu kinerja perseroan”, katanya di Jakarta, kemarin.

Dengan adanya penambahan 5 RS di tahun ini, perseroan menargetkan kinerja SILO dapat tumbuh tinggi pada 2014 ini. Menurut dia, perseroan menargetkan adanya pertumbuhan sebesar 40% pada pos pendapatan tahun 2014,”Perolehan pendapatan sepanjang tahun 2013 diperkirakan mencapai Rp2,5 triliun, maka diperkirakan pendapatan tahun ini akan mencapai Rp 3,5 triliun”,paparnya.

Lanjut dia, pencapaian pendapatan pada tahun ini akan didukung oleh 16 unit RS perseroan yang sudah dimiliki saat ini. Selain 16 unit RS yang sudah ada, pendapatan tahun ini juga akan ditopang oleh rencana pembangunan 5 unit RS baru tersebut.

Pada akhir 2013 kemarin, perseroan juga telah mengakuisisi 2 rumah sakit BIMC di Bali senilai Rp308 miliar. Rumah sakit BIMC tersebut terletak di Kuta dan Nusa Dua, Bali. Akuisisi ini dilaksanakan melalui pembelian 80% saham dari PT Medika Sarana Traliansia.

Perseroan mengeluarkan dana sebesar Rp308 miliar, yang termasuk pengambilalihan utang PT Medika Sarana Traliansia. Dengan akuisisi tersebut, perseroan saat ini mengoperasikan 3 rumah sakit di Bali.“Melengkapi rumah sakit dengan 280 kapasitas tempat tidur yang saat ini sudah beroperasi yaitu Siloam Hospitals Bali”, kata Presiden Direktur Siloam Hospitals Group, Gershu Paul beberapa waktu lalu.

Selain RS, perseroan juga akan mendirikan klinik di Ubud, Mataram dan Labuan Bajo. Tujuannya untuk memastikan penduduk dari wilayah tersebut memiliki akses ke layanan kesehatan primer maupun sekunder yang berkualitas.

Dengan akuisisi ini, perseroan akan menambah lebih dari 80 tempat tidur dari 280 kapasitas tempat tidur yang sudah ada saat ini di Siloam Hospitals Bali di Jalan Sunset Road, Kuta. Mengawali tahun 2014 ini, perseroan masih memiliki sisa dana IPO sebesar Rp250.585 miliar. Direktur Keuangan SILO Romeo Fernandez Liedo menyebutkan, perseroan pada September 2013 lalu meraih dana IPO bersih sebesar Rp1,328,33 triliun.

Penyerapannya hingga Desember 2013 adalah realisasi penggunaan dana sebesar Rp277,534 miliar untuk ekspansi, dan Rp464,92 miliar untuk pembayaran pinjaman kepada Lippo Karawaci, serta Rp335,297 miliar untuk akuisisi sehingga total pemakaian Rp1,077,75 triliun. Sisa dana hasil penawaran umum ditempatkan dalam bentuk deposito di Bank CIMB Niaga Rp59 miliar, dan dalam bentuk rekening giro Rp201,653 miliar di Bank Nationalnobu, Rp345 juta di bank BNI dan Rp532 juta di CIMB Niaga. (nurul)

Related posts