Perluas Pasar, Antam Buka Cabang di China

Dalam rangka meningkatkan penjualan emas di luar negeri, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) resmi membuka kantor perwakilan di Shanghai, China. Alasannya, guna menunjang dan memperluas kegiatan pemasaran produk-produk perseroan. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Direktur Utama PT Aneka Tambang Tbk, Tato Miraza mengatakan, pembukaan kantor perwakilan di Shanghai dapat memperluas kegiatan pemasaran komoditas yang diproduksi perseroan, seperti feronikel, alumina dan batu bara,”Selain itu, kantor perwakilan Shanghai akan mempermudah dan mempercepat akses terhadap kesempatan kerja sama dan pencarian peluang pendanaan dari China,”ujarnya.

Dia menjelaskan, kantor perwakilan Shanghai tersebut akan berperan sebagai kantor perwakilan pemasaran di wilayah China. Diharapkan kantor perwakilan tersebut mempermudah kesempatan kerja sama, termasuk di bidang teknologi dengan perusahaan-perusahaan China dalam mengembangkan cadangan dan sumber daya perseroan melalui pengembangan fasilitas pengolahan dan pemurnian di Indonesia.

Kantor perwakilan di China merupakan kantor perwakilan ANTM kedua di luar negeri. Perseroan sebelumnya telah membuka kantor perwakilan di Tokyo, Jepang. Tahun ini, perseroan mengalokasikan belanja modal atau capex menjadi Rp 2,87 triliun. Belanja modal tersebut lebih besar dari rencana semula US$ 200 juta atau sekitar Rp 2,4 triliun. Namun, dibandingkan target 2013 senilai Rp 5 triliun, belanja modal tahun ini jauh lebih rendah.

Kata Tato Miraza, sebagai bagian dari efisiensi dan untuk menjaga arus kas perusahaan agar tetap sehat di tengah penurunan harga komoditas saat ini, belanja modal Antam 2014 ditargetkan mencapai Rp 2,87 triliun. Rencananya, dana capex tahun ini dialokasikan untuk keperluan proyek perseroan dan anak usaha. Proyek yang akan menjadi fokus perseroan adalah proyek Pomalaa dan FeNi Halmahera Timur.

Perseroan juga akan menggenjot produksi emas. Oleh karena itu, Antam menargetkan peningkatan volume penjualan emas menjadi 13,6 ton pada 2014. Penjualan tersebut meningkat 66% dari target 2013 sebesar 8,2 ton. Selain itu, Antam juga menargetkan peningkatan volume penjualan feronikel pada 2014 menjadi sebesar 20 ribu ton nikel dalam feronikel (TNi) atau meningkat 11% dibandingkan target 2013 sebanyak 18.000 Tni. (bani)

BERITA TERKAIT

Kemendag Prioritaskan Revitalisasi Pasar Pada 2019

NERACA Jakarta – Kementerian Perdagangan (Kemendag) memprioritaskan program revitalisasi pasar rakyat pada 2019, guna mencapai target 5.000 unit. "Tetap yang…

China Berhasil Kuasai Ekonomi Dunia Dalam Waktu Singkat

      NERACA   Jakarta - Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Ahmad Helmy Fuady menunjukkan data bahwa Cina…

Royal Enfield Buka Anak Perusahaan di Thailand

Produsen sepeda motor, Royal Enfield, akan melebarkan sayapnya dengan mendirikan anak perusahaan di Thailand, menurut Kepala Bisnis Royal Enfield India…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Transaksi Saham di Jatim Masih Minim

Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jawa Timur, Dewi Sriana Rihantyasni menyebutkan, jumlah investor yang bertransaksi di pasar modal…

Public Trust Bakal Terganggu - Salah Pilih Anggota BRTI dari Salah Satu Operator

NERACA Jakarta - Pekan lalu, calon anggota Komite Regulasi Telekomunikasi Badan Regulasi Telekomunikasi (KRT-BRTI) menjalani seleksi pamungkas yaitu wawancara dengan…

Mandiri Lepas 8,39% Saham di Bank Mantap

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menjual sebanyak 111.292.502 lembar saham atau 8,39% kepemilikan pada PT Bank Mantap kepada Taspen senilai…