Akhir Pekan, IHSG Masih Diburu Aksi Jual

NERACA

Jakarta – Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Kamis (16/1) kemarin, ditutup terkoreksi 29,105 poin (0,66%) ke level 4.412,489. Sementara Indeks LQ45 ditutup melemah 6,076 poin (0,81%) ke level 746,385. Aksi ambil untung terjadi mengingat posisi indeks yang sudah naik cukup tinggi.

Sentimen negatif lain, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 12.115 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 12.080 per dolar AS, “Koreksi yang dialami IHSG, dinilai masih wajar setelah naik selama beberapa hari terakhir," kata analis HD Capital Yuganur Wijanarko di Jakarta, Kamis (16/1).

Dia menambahkan, pelaku pasar juga diharapkan melakukan pembelian saham secara selektif untuk perdagangan saham selanjutnya. Selain itu, perlu diwaspadai juga nilai tukar rupiah yang cenderung bergerak melemah meski dana asing masuk ke pasar saham."Walaupun ada dana asing masuk, rupiah tidak menguat banyak, dan masih berada di level Rp12.000 per dolar AS," kata dia.

Sementara perdagangan Jum’at akhir pekan, Yuganur memprediksikan aksi jual masih berlanjut. Dirinya merekomendasikan beberapa saham yang layak dikoleksi diantaranya, PP London Sumatra Indonesia (LSIP), Benakat Intergra (BIPI), Aneka Tambang (ANTM), Adhi Karya (ADHI).

Pada perdagangan kemarin, pelaku asing membukukan beli bersih (foreign net buy) sebesar Rp274,86 miliar pada Kamis. Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 188.571 kali pada volume 5,659 miliar lembar saham senilai Rp 5,092 triliun. Sebanyak 124 saham naik, sisanya 151 saham turun, dan 88 saham stagnan.

Bursa-bursa regional bergerak mixed menutup perdagangan. Posisinya yang sudah tinggi dimanfaatkan untuk aksi ambil untung investor. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 775 ke Rp 44.800, Bank of India (BSWD) naik Rp 240 ke Rp 1.300, United Tractor (UNTR) naik Rp 175 ke Rp 19.000, dan SMART (SMAR) naik Rp 175 ke Rp 7.000.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Century Textile (CNTX) turun Rp 1.550 ke Rp 6.250, Tembaga Mulia (TMBS) turun Rp 500 ke Rp 7.500, Semen Gresik (SMGR) turun Rp 475 ke Rp 15.200, dan BRI (BBRI) turun Rp 375 ke Rp 8.100.

Perdagangan sesi pertama, indeks BEI ditutup melemah 3,75 poin atau 0,08% ke 4.437,84. Saham Asia lainnya juga ditutup bergerak variatif, dengan indeks Nikkei melemah 39,39 poin atau 0,25% ke 15.769,34 dan indeks Straits Times turun 0,16% ke 3.138,27. Sementara itu, indeks Hang Seng juga menguat 67,46 poin atau 0,29% ke 22.969,46.

Sektor dengan penguatan tertinggi adalah industri pertanian yang naik 2,3%, diikuti sektor konsumer yang menguat 0,4% dan sektor pertambangan 0,8%. Sektor yang melemah sektor industri dasar 0,9%, sektor keuangan 0,6%, dan sektor perdagangan 0,3%. Tercatat sebanyak 127 saham menguat, 127 saham melemah, dan 99 bergerak stagnan. Adapun transaksi sebesar Rp3,162 triliun dari 4,251 miliar lembar saham diperdagangkan.

Adapun saham-saham yang masuk dalam jajaran top gainers, antara lain PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp900 ke level Rp44.925, PT Asuransi Mitra Maparya Tbk (ASMI) menguat Rp135 ke level Rp405 dan PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) naik Rp110 ke level Rp1.600.

Sedangkan saham-saham yang bergerak dalam jajaran top losers, antara lain PT Tembaga Mulia Semanan Tbk (TBMS) turun Rp500 ke level Rp7.500, PT Panin Sekuritas Tbk (PANS) turun Rp120 ke level Rp3.850 dan PT Indospring Tbk (INDS) (TOTO) turun Rp55 ke level Rp2.430.

Pada awal perdagangan, indeks BEI dibuka menguat 13,95 poin atau 0,31% menjadi 4.455,55 dan indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 3,59 poin (0,48%) ke level 756,06,”Berlanjutnya kenaikan indeks bursa global terutama indeks bursa Asia, kembali memberikan dukungan bagi indeks bursa domestik ini menuju teritori positif," kata Head of Research Valbury Asia Securities, Alfiansyah.

Dia menambahkan, peluang kenaikan IHSG pada perdagangan saham masih bisa belanjut, meski perlu pula mewaspadai potensi terjadi aksi ambil untung mengingat IHSG dalam tiga hari terakhir naik secara beruntun.

Lanjutnya, isyarat perekonomian dunia akan lebih baik pada tahun ini, seperti prediksi World Bank akan menjadi sinyalemen positif bagi pergerakan IHSG."Pelaku pasar optimis akan membaiknya ekonomi global pada tahun ini, setelah terpuruk akibat krisis," katanya.

Sementara itu, Tim Analis Teknikal Mandiri Sekuritas dalam kajiannya mengemukakan bahwa dana asing yang terus masuk memberikan sentimen positif bagi pergerakan IHSG. Melihat kondisi itu, IHSG masih berpotensi menguat di kisaran 4.407--4.494 poin. Meski begitu, investor juga harus mewaspadai aksi ambil untung, menyusul kenaikan IHSG yang sudah mencapai 6,23% dalam lima hari terakhir.

Bursa regional, diantaranya indeks Hang Seng dibuka menguat 52,33 poin (0,23%) ke level 22.954,33, indeks Nikkei naik 62,66 poin (0,40%) ke level 15.871,39 dan Straits Times menguat 1,82 poin (0,06%) ke posisi 3.145,07. (bani)

Related posts