Hati-hati Gunakan Produk Kecantikan

NERACA

Perawatan kecantikan dewasa ini, terutama di Indonesia, tidak lagi dianggap sebagai hal yang mewah. Perawatan kecantikan telah dianggap sebagai kebutuhan. Dilihat dari jumlah penduduknya, Indonesia tergolong pasar yang besar bagi produsen kosmetik.

Berdasarkan data EuroMonitor International, lembaga riset pemasaran, industri kosmetik di Indonesia mengalami pertumbuhan rata-rata 12% per tahun. Tahun 2014, pertumbuhannya diprediksi mencapai 20%. Tak ayal, beragam jenis kosmetik dengan berbagai merek pun beredar di Indonesia.

Agar tidak keliru dalam melakukan perawatan kulit, pendiri Jill Zander Skin Rejuvenation Clinic, Jill Zander, mengatakan, konsumen harus berhati-hati dalam memilih serta menggunakan produk kecantikan. Menggunakan krim anti penuaan misalnya. Pasalnya, jika menggunakan krim penuaan sebelum waktunya akan merugikan bagi konsumen itu sendiri.

“Jangan menggunakan krim anti penuaan sebelum kulit Anda menunjukkan tanda-tanda penuaan. Jika Anda menggunakan bahan-bahan anti penuaan sebelum kulit Anda membutuhkan, akan berefek merugikan.

Misalnya, retinols untuk anti-penuaan kulit, namun jika digunakan sebelum dibutuhkan, atau digunakan dalam konsentrasi terlalu tinggi, kulit benar-benar akan terkelupas.Ini bisa disamakan seperti pengelupasan kulit. jika Anda menggunakannya terlalu dini, terlalu sering atau terlalu kuat, maka kulit dapat menjadi sangat rapuh dan tipis,” kata dia.

Selain itu, sebaiknya konsumen tidak sering berganti-ganti produk.Setidaknya dibutuhkan waktu tiga bulan untuk melihat efek produk yang baru digunakan pada kulit.

“Jangan tergesa-gesa menggunakan setiap kali ada produk baru dan jangan sekaligus menggunakan beberapa produk baru. Berilah jarak enam pekan untuk setiap satu produk baru yang akan dipakai,” jelas dia

Related posts