Merenovasi Rumah Pasca Banjir Melanda - Mengembalikan Kondisi Rumah Dengan Keadaan Semula

Banjir merupakan salah satu bencana yang tidak bisa diprediksikan oleh siapapun. Bencana alam, seperti banjir itu tentunya merugikan orang banyak. Seseorang bisa kehilangan harta bendanya akibat banjir. Selain itu, kerugian lain yang didapat adalah kondisi rumah yang mengalami banyak kerusakan.

NERACA

Banjir merupakan bencana alam musiman yang sering terjadi pada berbagai daerah di Indonesia. Bahkan mungkin hunian Anda dan keluarga pernah menjadi salah satu, maupun langganan kebanjiran. Tidak ada orang yang rela banjir masuk ke dalam rumahnya.

Pasca banjir melanda rumah, tentunya penghuni rumah yang mengalami kebanjiran disibukkan untuk menata kembali rumah tinggal seperti sedia kala. Beberapa tindakan yang dapat dilakukan sesudah terjadi bencana antara lain membersihkan tempat tinggal dan lingkungan rumah, dan hampir selalu kita jumpai permasalahan yang diakibatkan banjir pada kondisi rumah.

Seperti lantai beberapa masalah yang paling sering dijumpai adalah ubin yang kopong (berongga), keluarnya air terus menerus dari nat, dan nat yang kotor. Sekalipun posisi masih di tempatnya, ubin tidak lagi merekat pada landasannya akibat terendam dalam jangka waktu tertentu. Ketika diketuk, ubin akan menimbulkan suara yang nyaring.

Resikonya adalah terjadinya popping yaitu ubin terangkat dan terlepas dengan sendirinya. Sebelum popping terjadi, lepaskan dan angkat keramik, lalu an kemudian ditempelkan kembali menggunakan perekat ubin. Sesuaikan jenis perekat untuk area kering atau basah.

Masalah yang biasanya juga timbul adalah keluar air terus menerus dari nat. Nat yang merupakan sambungan antar ubin memang merupakan bagian pada lantai yang paling rentan kemasukan air. Pada saat banjir melanda, air dapat masuk ke dalam rumah melalui semua celah yang ada.

Masuknya air mulai dari yang posisinya paling rendah, yaitu celah di bagian bawah pintu, drainase kamar mandi, dan juga nat ubin lantai. Hal ini adalah bukanlah karena kesalahan pemasangan nat. Terbuat dari material berbasis semen yang memang memiliki pori-pori (bersifat porous), air yang berada di bawah ubin dan seolah terperangkap karena tidak bisa lagi lari ke kiri dan ke kanan, akan menekan dengan kuat ke arah atas, sehingga keluar dari pori-pori nat.

Lantai ubin yang terendam air selama beberapa waktu, akan terus mengeluarkan air melalui nat. Hal ini bisa terus terjadi hingga berbulan-bulan setelah banjir. Solusinya adalah dengan membiarkan air terus keluar sampai berhenti dengan sendirinya.

Perlu diingat agar tidak terburu-buru mengganti nat karena apabila di bawah ubin masih ada air, penggantian nat pun tidak akan menyelesaikan masalah. Setelah air berhenti keluar, baru Anda putuskan apakah nat perlu diganti atau tidak.

Apabila nat tidak perlu diganti dan hanya menjadi kotor saja akibat lumpur banjir yang masuk, bersihkan dengan sikat dan cairan sabun. Pakailah pembersih keramik kandungan kimianya tidak terlalu keras supaya jangan sampai menghilangkan lapisan teratas keramik.

Hal ini dimaksudkan untuk menjaganya dari kotoran yang mudah menempel. Apabila memang sudah tidak berhasil, berarti sudah saatnya Anda mengganti nat lantai Anda.

Tidak hanya itu masalah dinding yang terendam banjir sudah jelas, yaitu dinding kotor, cat mengelupas, atau lembab. Penanganan masalah dinding karena banjir cukup mudah karena penyebabnya sudah diketahui. Biarkan dinding yang terendam sampai kering terlebih dahulu. Dinding akan lebih cepat kering apabila terkena sinar matahari atau angin-angin.

Untuk mempercepat pengeringan, anda bisa menggunakan kipas angin. Setelah dinding benar-benar mengering, keroklah cat lama kemudian amplas dan aplikasikan cat baru. Untuk dinding yang berupa kayu dan terendam air, biasanya setelah terendam air, strukturnya dapat rusak dan bentuknya mengembang.

Hal ini juga berlaku pada bagian kusen pintu dan furnitur. Kayu yang lebih mudah untuk diperbaiki adalah kayu solid.Perubahan bentuknya dapat diatasi dengan menyerut ulang daun pintu sampai ukurannya pas dengan kusennya. Sedangkan kayu olahan seperti partikel board, MDF dan multipleks yang menggunakan perlapis seperti pelitur atau kertas lebih sulit diperbaiki.

Solusinya adalah dengan melapis ulang hingga penggantian kayu tersebut.Ketika timbul bercak putih atau berkabut pada lapisan finishing, segera keringkan kayu tersebut.

Lap terlebih dahulu hingga kering, kemudian lap sekali lagi dengan wax atau bahan pengkilap mebel. Jika noda tetap tidak mau hilang, keroklah lapisan cat lama dengan bantuan paint remover, baru dilakukan pengecatan ulang. Mungkin kayu di rumah Anda, tidak sampai rusak.

Namun dengan kondisi yang lembab, dapat menyebabkan kayu berjamur. Untuk menjaganya dari serangan jamur, pergunakanlahbahan antijamur untuk menghilangkannya. Anda juga dapat menambahkan antirayap dan anti serangga untuk keamanan ekstra.

Related posts