ABM Investama Raih Pinjaman US$ 450 Juta

NERACA

Jakarta- PT ABM Investama Tbk (ABMM) menjaminkan aset-aset yang dimilikinya untuk pinjaman yang diperoleh perseroan dari beberapa bank senilai US$450 juta. Hal ini dilakukan seiring penandatanganan dokumen jaminan berdasarkan facilities agreement pada 9 Januari 2013. Informasi tersebut disampaikan Direktur Utama PT ABM Investama Tbk, Achmad Ananda Djajanegara dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (14/1).

Disebutkan, perseroan beserta anak-anak perusahaannya, kecuali PT Sumberdaya Sewatama (ABM Group) menjaminkan aset-aset yang dimilikinya dengan menandatangani dokumen-dokumen jaminan dalam rangka menjamin kewajiban yang dijamin berdasarkan fasilities agreement. Fasilitas pinjaman sindikasi sebesar US$450 juta ini sendiri telah diperoleh perseroan dari Grup OCBC (OCBC Bank Singapore dan PT Bank OCBC NISP Tbk), DBS Bank Singapore, PT Bank ANZ Indonesia dan PT Bank Mandiri Tbk pada 18 Desember 2013.

Manajemen perseroan sebelumnya menilai, pinjaman tersebut menguntungkan perseroan karena memiliki tingkat bunga rendah. Selain itu, perseroan mendapatkan grace period selama 2 tahun pertama, “Sehingga akan mengurangi beban biaya dan menghemat arus kas untuk tahun-tahun mendatang,” ungkapnya.

Asal tahu saja, pinjaman tersebut bertenor 5 tahun dan perseroan sangat mengapresiasi kepercayaan yang diberikan oleh bank-bank internasional dan BUMN. Pihak perbankan merasa yakin akan kinerja pertumbuhan dan prospek perseroan dalam 5 tahun ke depan. Tercatat, hingga akhir September 2013, anak usaha perseroan, PT Sumberdaya Sewatama berhasil meningkatkan kapasitas penjualan listriknya menjadi 1.060 megawatt (mw). Sebagai pembanding, pada periode yang sama tahun 2012, kapasitasnya mencapai 978 mw.

PT ABM Investama melalui anak usahanya, PT Cipta Kridatama (CK) pada tahun 2013 juga menandatangani kontrak senilai US$ 428 juta dengan PT Kaltim Jaya Bara (KJB) untuk lima tahun mendatang. Kontrak ini termasuk untuk pengupasan lapisan tanah penutup (overburden removal), penyewaan alat berat, dan pembangunan infrastruktur menuju ke lokasi pertambangan.

“Kontrak dengan KJB adalah pencapaian yang signifikan bagi CK. Bukan hanya karena nilai kontraknya, namun juga karena sinergi dan prospek pengembangan jangka panjang yang dapat kami tumbuhkan bersama KJB,” kata Presiden Direktur PT Cipta Kridatama, Yovie Priadi.

Ciptra Kridatama akan melakukan pengerjaan sejak sebelum proses persiapan penambangan (green field project) termasuk pembangunan hauling road sepanjang 30 kilometer dari lokasi pertambangan ke pelabuhan Kaltim Jaya Bara. Pihak manajemen sebelumnya mengaku, KJB sendiri memiliki cadangan batubara berkalori 5.600 GAR (sub-bituminuous) dengan perkiraan life of mine lebih dari 10 tahun.

KJB sudah memiliki kontrak jangka panjang dengan pembeli (off-taker) sehingga dapat menjamin keberlangsungan produksi hingga penjualan produk KJB. Adapun target overburden removal di akhir proyek ini pada 2018 adalah sebesar 151,5 juta BCM.

“Dengan pengalaman yang telah dimiliki Cipta Kridatama, didukung oleh tim yang profesional dan fokus kami di bisnis ini, kami yakin dapat menjalani proyek ini dengan baik,” tambah Yovie. (lia)

Related posts