IPO ANTV Dinilai Kurang Prospektif

NERACA

Jakarta- Rencana pelaksanaan penawaran saham perdana (Inital Public Offering/IPO) anak usaha PT Visi Media Asia Tbk (VIVA), ANTV ditanggapi dingin oleh pelaku pasar. Prospek penawaran saham perusahaan yang bergelut di bisnis media ini dinilai masih kurang prospektif. Pasalnya, tidak hanya valuasi harga yang ditawarkan, namun juga kondisi pasar dan manajemen pengelolaan perusahaan juga akan menjadi pertimbangan pasar menilai saham tersebut di pasar.

Pengurus Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI), Budi Frensidy mengatakan, dari sisi bisnis, media merupakan sektor yang cukup menarik, apalagi dengan terjadinya peningkatan iklan yang menjadi salah satu kontributor bisnis ini. Namun, untuk penawaran saham perdana ANTV yang rencananya akan digelar kuartal pertama tahun ini masih kurang prospektif.“Dibandingkan dengan media pertelevisian, ANTV masih kurang mengungguli secara umum. Dan juga kondisi pasar yang kurang mendukung sehingga dinilai masih kurang berprospektif.” katanya di Jakarta, Rabu (8/1).

Harga yang ditawarkan saat IPO, sambung dia, bisa lebih rendah dari harga penawaran saham oleh perusahaan. Untuk itu, perlu ada komitmen dari investor strategis sehingga pelaksanaan IPO perusahaan dapat berjalan dengan baik. “Ini sangat tergantung dari underwriternya. Harga sahamnya akan lebih rendah dari yang ditawarkan dan tidak dijamin dapat penjatahan.” jelasnya.

Selain itu, pelaku pasar juga akan mempertimbangan pengelolaan bisnis perusahaan atau calon emiten. Apalagi untuk yang terafiliasi kepada perpolitikan. Hal tersebut ditengarai adanya anggapan bahwa dana yang diperoleh untuk membiayai kepentingan politiknya. “Bisnis yang terafiliasi ke politik akan cenderung dihindari.” imbuhnya.

Direktur Keuangan VIVA, Charlie Kasim sebelumnya mengatakan, pihaknya akan menggelar IPO anak usahanya yang membawahi bisnis stasiun televisi swasta ANTV pada kuartal pertama 2014. Rencananya, jumlah saham yang akan dilepas ke publik minimal 10%. “Nilai IPO di bawah Rp 500 miliar. Kemungkinan besar akan digunakan bayar utang dan sisanya untuk yang lain,” jelasnya.

PT Ciptadana Securities menjadi salah satu penjamin emisi (underwriter) untuk pelaksanaan IPO ANTV. Nilai aset PT Intermedia Capital sendiri diperkirakan mencapai Rp1 triliun. Sementara itu, Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Hoesen belum lama ini mengungkapkan, Blitz Megaplex dan ANTV akan segera menggelar mini expose. Proses tersebut merupakan tahapan sebelum kedua perusahaan merealisasikan Innitial Public Offering (IPO)."Kemungkinan Blitz dan ANTV melakukan mini expose pada 7-8 Januari 2014 dan akan listing di kuartal I 2014 menggunakan buku September 2013 ," jelasnya.(lia)

Related posts