Semen Baturaja Andalkan Pabrik Cemen Mill - Targetkan Pendapatan Rp 1,4 Triliun

NERACA

Jakarta – Meskipun diperkirakan bakal terjadi perlambatan ekonomi di tahun ini, tidak membuat bisnis semen sepi dari permintaan pasar. Tengok saja, PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) membidik pendapatan tahun ini sebesar Rp1,4 triliun dengan laba bersih diproyeksikan senilai Rp350 miliar.

Sekretaris Perusahaan PT Semen Baturaja Tbk, Zulfikri Subli mengatakan, peningkatan pendapatan akan dikontribusikan dari penambahan produksi pabrik penggilingan semen (cement mill) berkapasitas 750 ribu ton per tahun. Dia mengungkapkan, pabrik penggilingan semen tersebut telah beroperasi sejak Juli 2013,”Penjualan semen akan digenjot hingga mencapai 1,5 juta ton pada tahun ini,” kata Zulfikri, Rabu (8/1).

Sementara itu, perseroan juga telah mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp722 miliar pada tahun ini. Belanja modal dari kas internal tersebut akan digunakan untuk pengembangan bisnis perseroan pada tahun ini, “Tahun ini, kami belum merencanakan pinjaman,” ujar dia.

Dia menjelaskan, mayoritas belanja modal akan dialokasikan untuk pembangunan pabrik semen Baturaja II yang lokasinya berdekatan dengan pabrik lama di Baturaja, Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan.

Zulfikri menuturkan, pabrik tersebut membutuhkan investasi sekitar Rp625 miliar untuk tahun ini. Sedangkan sisa balanja modal sekitar Rp97 miliar dialokasikan untuk kebutuhan lainnya. Terkait pembangunan pabrik Semen Baturaja II, dia mengaku, sedang melakukan tender. Adapun, kapasitas pabrik baru ini mencapai 1,85 juta ton per tahun dan diharapkan akan beroperasi secara komersil pada kuartal IV/2016.

Dengan pembangunan pabrik tersebut, dia mengatakan, maka kapasitas produksi semen Baturaja akan meningkat dari 2 juta ton per tahun menjadi 3,85 juta ton per tahun pada dua tahun mendatang.

Asal tahu saja, dampak melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS membuat pembangunan pabrik Semen Baturaja II mengalami pembengkakan dana menjadi Rp 200-280 miliar. Direktur Utama PT Semen Baturaja Tbk, Pamudji Rahardjo pernah bilang, perhitungan investasi pembangunan pabrik Baturaja dua dilakukan kala nilai tukuar rupiah berada pada level Rp9.500 per dolar AS.

Dari perhitungan perseroan pembangunan pabrik tersebut dapat menelan biaya mencapai Rp2,5 triliun, dimana 60% penggunaannya dari dana tersebut atau sebesar Rp1,5 triliun adalah untuk mengimpor mesin dan peralatan penunjang lainnya.

Namun, dengan melemahnya rupiah hingga menyentuh level Rp11.000-11.300 per dolar AS, maka dapat diasumsikan perseroan harus merogoh kocek lebih dalam sekitar Rp1,7-Rp1,78 triliun yang artinya perseroan harus menambah lagi dana pembangunan pabrik sekitar Rp200-Rp280 miliar,”Studi yang kami lakukan sudah dari tahun lalu ketika rupiah masih di level Rp9.500. Tapi kalau kondisi seperti ini terus rupiah melemah maka investasi pembangunan pabrik Semen Baturaja dua lebih besar dari perhitungan awal. Kita punya perhitungannya nanti kalau Rp11 ribu berapa investasinya,” kata Pamudji Rahardjo. (bani)

Related posts