Atlas Resources Divestasi Anak Usaha

NERACA

Jakarta- PT Atlas Resources Tbk (ARII) secara resmi menjual atau melakukan divestasi anak usahanya, PT Sumber Daya Kumala (“SDK”). Perseroan melalui anak usahanya, PT Optima Persada Energi (“OPE”) dan PT Aquela Pratama Indonesia (“API”) menandatangani akta jual beli atas 100% saham anak usaha tersebut dengan PT Mandiri Karya Pasira (“MKP”) dan Sudjana Tirtalukita. Informasi tersebut disampaikan Direktur PT Atlas Resources Tbk, Eddy dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (7/1).

Disebutkan, nilai pengambilan saham tersebut adalah sebesar Rp250.000.000 atau 0,01% dari jumlah ekuitas perseroan berdasarkan laporan keuangan konsolidasian auditan untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2012. Dengan efektifnya pengambilalihan saham ini maka komposisi kepemilikan saham PT Sumber Daya Kumala (“SDK”) saat ini sebesar 99,8% dimiliki PT Mandiri Karya Pasira (“MKP”), sedang 0,2% sisanya dimiliki oleh Sudjana Tirtalukita.

Pihak manajemen menegaskan, transaksi ini tidak termasuk dalam transaksi material sebagaimana peraturan Bapepam LK No.IX.E.2 tentang transaksi material dan perubahan kegiatan usaha. Juga tidak termasuk transaksi afiliasi dalam peraturan Bapepam LK No.IX.E.1 tentang transaksi afiliasi dan benturan kepentingan transaksi tertentu.

Tercatat, hingga September 2013, emiten batubara ini memperoleh pendapatan sebesar US$ 88 juta, naik 34% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 65,8 juta. Kenaikan pendapatan yang dicatatkan pada periode ini berasal dari penjualan batubara oleh pihak ketiga, yaitu PT Pinang Export Indonesia dan Noble.“Peningkatan pendapatan terutama berasal dari penjualan yang dilakukan Pinang Export yang mencapai US$ 60 juta, dibanding sembilan bulan 2012 yang belum mencatat kontribusi,” kata Presiden Direktur Atlas Resources, Andra Abdi.

Meski demikian, perseroan juga mencatatkan kenaikan beban pokok menjadi US$99,61 juta dari tahun sebelumnya yang mencapai US$60,19 juta dan rugi kotor diderita US$11,56 juta dari laba kotor sebelumnya US$5,58 juta. Rugi sebelum pajak meningkat menjadi US$17,47 juta dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$8,46 juta.

Sementara rugi tahun berjalan yang dicatatkan sebesar US$11,70 juta dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$9,65 juta. Adapun rugi yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$12,19 juta, naik dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$9,49 juta. Jumlah aset per September 2013 menjadi US$330,36 juta naik dari jumlah aset per Desember 2012 yang sebesar US$299,11 juta.

Diketahui, pada 30 Oktober 2013 perseroan melalui anak usahanya, PT Hanson Energy telah mendirikan anak perusahaan baru, PT Ogan Energi. Modal dasar untuk pendirian anak usaha ini sebesar Rp 200 juta dengan nilai nominal masing-masing saham sebesar Rp 1.000.000. Adapun tujuan pendirian PT Ogan Energi sendiri antara lain untuk menjalankan usaha di bidang pembangunan, perindustrian, perdagangan, dan jasa. (lia)

Related posts