Laju IHSG Belum Keluar Dari Zona Merah

NERACA

Jakarta – Aksi ambil untung pelaku pasar atau profit taking kembali menahan laju pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk berada di zona hijau. Pasalnya, menutup perdagangan Selasa kemarin, IHSG ditutup melemah 27,003 poin (0,64%) ke level 4.175,806. Sementara Indeks LQ45 ditutup melemah 5,086 poin (0,73%) ke level 694,472.

Analis Reliance Securities, Lanjar Nafi mengatakan, pelemahan indeks BEI dipengaruhi oleh sentimen data non-manufacturing "Purchasing Managers Index" (PMI) AS pada bulan Desember 2013 yang turun 90 basis poin (bps), “Minimnya sentimen positif membuat indeks sulit bergerak ke atas,”ujarnya di Jakarta, Selasa (7/1).

Kemudian kondisi tersebut, diperburuk dengan sentimen negatif melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada di posisi Rp 12.240 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin Rp 12.190 per dolar AS.

Selain itu, masih dari dalam negeri, sentimen negatif datang dari saham sektor pertanian yang mengalami tekanan cukup dalam. Disebutkan, tertekannya saham sektor itu menyusul harga pangan dunia yang diperkirakan menurun sehingga membuka peluang tekanan impor pangan ke dalam negeri.

Oleh karena itu, perdagangan saham Rabu, IHSG diproyeksikan akan kembali bergerak berfluktuasi dengan cenderung melemah meskipun didukung adanya berita positif mengenai obligasi global Indonesia yang mendapat peringkat BBB- (triple B minus) oleh Fitch Ratings,”Data perekonomian China yang diprediksikan sedikit pesimis juga dapat mempengaruhi IHSG, investor juga akan berhati-hati mengambil keputusan menyambut pengumuman BI rate pada hari Kamis mendatang," kata dia.

Sementara analis Sinarmas Sekuritas, Christandi Rheza Mihardja menambahkan perdagangan pada Rabu (8/1) akan dipengaruhi oleh data tingkat inflasi negara Eropa yang diperkirakan naik 0,9% secara tahunan (YoY) dan data neraca perdagangan AS yang diperkirakan mengalami defisit sebesar US$ 40 miliar.

Selain itu, lanjut dia, juga akan dirilis data neraca perdagangan China yang diperkirakan mengalami surplus sebesar US$ 33 miliar,”Diproyeksikan indeks BEI Rabu akan bergerak di kisaran 4.154-4.210 poin dengan kecenderungan melemah,”tandasnya.

Dirinya merekomendasikan beberapa saham yang dapat diperhatikan, diantaranya Tiga Pilar Sejahtera Food (AISA), Ace Hardware Indonesia (ACES), Panin Financial (PNLF), Selamat Sempurna (SMSM).

Perdagangan Selasa kemarin, aksi jual malah makin ramai jelang penutupan perdagangan. Investor asing dan lokal melepas saham-saham unggulan, terutama saham agrikultur. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 146.000 kali pada volume 3,430 miliar lembar saham senilai Rp 3,311 triliun. Sebanyak 105 saham naik, sisanya 175 saham turun, dan 85 saham stagnan.

Bursa di Asia menutup perdagangan di zona hijau, kecuali bursa Jepang dan Indonesia. Penguatan para pasar modal di Asia ini tidak terlalu tinggi. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 375 ke Rp 42.875, United Tractor (UNTR) naik Rp 275 ke Rp 19.750, Indomobil (IMAS) naik Rp 200 ke Rp 5.075, dan Cita Mineral (CITA) naik Rp 120 ke Rp 605.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.000 ke Rp 25.550, Unilever (UNVR) turun Rp 550 ke Rp 26.200, SMART (SMAR) turun Rp 525 ke Rp 6.375, dan Astra Agro (AALI) turun Rp 525 ke Rp 21.500.

Perdagangan sesi pertama, indeks BEI ditutup melemah 14,942 poin (0,36%) ke level 4.187,867. Sementara Indeks LQ45 melemah 2,365 poin (0,34%) ke level 697,193. Saham-saham bank mencoba bertahan di zona hijau dengan aksi beli selektif yang dilakukan investor. Delapan sektor memerah akibat tekanan jual.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 86.727 kali pada volume 1,606 miliar lembar saham senilai Rp 1,85 triliun. Sebanyak 85 saham naik, sisanya 168 saham turun, dan 80 saham stagnan. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya United Tractor (UNTR) naik Rp 250 ke Rp 19.725, (CITA) naik Rp 120 ke Rp 605, (EPMT) naik Rp 100 ke Rp 3.700, dan Astra Internasional (ASII) naik Rp 100 ke Rp 6.950.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.325 ke Rp 25.225, Astra Agro (AALI) turun Rp 825 ke Rp 21.200, Mandom (TCID) turun Rp 700 ke Rp 11.200, dan Supreme Cable (SCCO) turun Rp 575 ke Rp 3.900.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 3,49 poin atau 0,08% menjadi 4.206,29. Sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 0,89 poin (0,13%) ke level 700,46. Analis Kresna Securities, Etta Rusdiana Putra mengatakan, sentimen dalam negeri masih menopang pergerakan IHSG BEI, terutama mulai stabilnya pergerakan mata uang domestik di kisaran 12.100--12.250 per dolar AS.

Selain itu, lanjut dia, suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) juga diperkirakan oleh pelaku pasar akan tetap di level 7,5% pada Rapat Dewan Gubernur pada 9 Januari 2014. Bursa regional, diantaranya indeks Hang Seng dibuka melemah 2,45 poin (0,01%) ke level 22.681,70, indeks Nikkei turun 67,16 poin (0,42%) ke level 15.841,44 dan Straits Times menguat 0,62 poin (0,02%) ke posisi 3.124,39. (bani)

Related posts