SMSM Bayar Bunga Obligasi Rp2,16 Miliar

NERACA

Jakarta- PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM) mengaku telah menyiapkan dana senilai Rp2,16 miliar. Dana tersebut dipersiapkan untuk pembayaran bunga obligasi Selamat Sempurna II Tahun 2010. ”Pembayaran bunga obligasi akan kami setorkan ke rekening PT Kustodian Sentral Efek Indonesia selambat-lambatnya pada 7 Januari 2014.” kata Sekretaris Perusahaan PT Selamat Sempurna Tbk, Ang Andri Pribadi di Jakarta, Senin (6/1).

Kewajiban pembayaran bunga obligasi Selamat Sempurna II Tahun 2010 ini, menurut dia, adalah pembayaran bunga tahap 14 yang dijadwalkan pembayarannya pada 8 Januari 2014. Adapun jumlah pembayaran bunga yang dibayarkan sebesar Rp2,16 miliar. Sementara total nilai pokok utang obligasi ini sendiri sebesar Rp80 miliar, dan memiliki tingkat bunga 10,8% p.a.

Obligasi perseroan tersebut tercatat akan jatuh tempo pada 8 Juli 2015. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memberikan peringkat idAA- (stable outlook) untuk obligasi ini pada 5 April 2013. Bertindak sebagai wali amanat PT Bank CIMB Niaga Tbk.

Diketahui, Selamat Sempurna merupakan emiten yang bergerak di bidang manufaktur filter dan radiator untuk otomotif, termasuk di dalamnya selang rem, selang bensin, dan sebagainya. PT Pemeringkat Efek Indonesia belum lama ini memproyeksikan pertumbuhan bisnis SMSM masih akan menjanjikan seiring meningkatnya pertumbuhan penjualan mobil.

Bahkan untuk kinerjanya hingga penghujung tahun 2013, Pefindo memproyeksikan SMSM bisa membukukan penjualan sebesar Rp2,33 triliun dengan laba bersih Rp261 miliar. Kinerja ini meningkat dibanding tahun sebelumnya, di mana SMSM membukukan penjualan Rp2,16 triliun dengan laba bersih Rp233 miliar.

Sementara pada tahun ini, Pefindo memprediksi bahwa SMS bisa membukukan penjualan mencapai Rp2,59 triliun, dengan laba bersih meningkat menjadi Rp405 miliar. Harga saham perseroan untuk 12 bulan diperkirakan akan berada pada kisaran Rp3.500-3.800 per saham.

Analis Pefindo Guntur Tri Hariyanto mengatakan, meski pertumbuhan ekonomi domestik diperkirakan akan turun di bawah 6% karena diterpa isu defisit transaksi berjalan, tingginya inflasi dan depresiasi rupiah, namun penjualan mobil akan sama dengan tahun lalu atau sekitar 1,2 juta unit,”Program LCGC (low cost green car) diharapkan dapat meningkatkan volume penjualan mobil, dimana pada November sudah terjual hampir 37.000 unit," kata dia.

Di samping itu, menurut Guntur, kegiatan investasi emiten yang bergerak di bidang suku cadang automotif ini cenderung meningkat. Pada 2012-2013, perseroan melakukan investasi Rp237 miliar. Pada tahun itu, perseroan mengakuisisi perusahaan afiliasinya yang memproduksi karoseri, PT Hydraxle Perkasa (HP) dan tahun lalu kembali mengakuisisi perusahaan afiliasi lainnnya, yakni PT Selamat Sempana Perkasa (SSP) yang merupakan pemasok komponen karet dan lainnya dan PT Prapat Tungga Cipta (PTC) yang menjadi distributor tunggal SMSM di pasar domestik. (lia)

Related posts