Sido Muncul Mulai Rambah Bisnis Obat-obatan - Akuisisi Perusahaan Farmasi

NERACA

Jakarta – Menjadi perusahaan terbuka dan tercatat di Bursa Efek Indonesia, menjadi peluang dan tantangan bagi PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) untuk ekspansi bisnis jamu lebih agresif lagi kedepan dengan inovasi produk, disamping mengembangkan bisnis lain. Salah satu bisnis yang akan dikembangkan adalah bisnis obat-obatan. Untuk bisnis tersebut, perseroan rencana mengakuisisi perusahaan farmasi.

Direktur Utama PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk Irwan Hidayat mengatakan, nama perusahaan farmasi tersebut belum bisa disebutkan saat ini karena masih dalam tahap pencarian. Namun, dia menerangkan, perusahaan yang akan diakuisisi merupakan produsen obat-obatan,”Rencana akuisisinya tahun ini atau tahun besok, karena kita akan masuk ke perusahaan obat-obatan. Intinya kita masuk ke usaha yang sesuai dengan bisnis utama”, katanya di Jakarta akhir pekan lalu.

Sementara itu, terkait pendanaan untuk akuisisi tersebut, dia menyatakan tidak menjadi masalah karena perseroan memiliki kas internal yang cukup memadai untuk pembiayaan kegiatan ekspansi perseroan. “Dana kita cukup banyak untuk akusisi perusahaan farmasi. Semuanya dari kas internal tidak perlu meminjam ke perbankan”, katanya.

Pada akhir tahun lalu, perseroan meraup dana dari pelaksanaan penawaran umum perdana saham (Initial Public Offring/IPO) sebesar Rp870 miliar dari 1,5 miliar saham yang dilepas ke publik dengan harga perdana saham sebesar Rp580 per saham. Sekitar 42% dana hasil IPO rencananya akan dipakai untuk investasi perusahaan. Sementara 56% dipakai untuk modal kerja dan sisanya digunakan untuk pengembangan sistem teknologi informasi dan komputerisasi.

Perseroan juga akan memperluas pabrik yang sudah ada saat ini untuk menambah kapasitas produksi. Pabrik tersebut akan dibangun di atas lahan seluas 10 hektar untuk pabrik bahan baku dan produk unggulannya yaitu Tolak Angin.

Pembangunan pabrik baru ini diharapkan meningkatkan kapasitas bahan baku menjadi empat kali lipat. Kapasitas Tolak Angin diharapkan bertambah dua kali lipat. Dia menyebutkan bahwa produk Tolak angin mendominasi produksi hingga 70-80% dari kapasitas. Sementara pada 2014, ditargetkan dapat meningkat antara 10-20%.

Rencananya, pabrik akan mulai dibangun awal 2014 dan perseroan akan mendatangkan mesin pabrik yang sudah mulai diimpor dari Jerman. Diharapkan pabrik dapat berproduksi dalam 1-1,5 tahun ke depan.

Perluasan pabrik ini juga dilakukan untuk memenuhi kebutuhan ekspor karena saat ini perseroan sudah mengekspor produknya ke sejumlah negara seperti Inggris, Amerika Serikat, Suriname, India, dan Australia. Pangsa pasar ekspor sendiri diakui masih kecil atau masih sekitar 6% dengan produk utama yang dijual ke luar negeri adalah Tolak Angin

Perseroan juga akan melakukan rebranding sejumlah produk untuk mendekatkan produk Sido Muncul ke generasi muda. Dia menyatakan, ingin mengubah tampilan dari jamu menjadi minuman kesehatan, namun tetap mempertahankan tradisi minum jamu,”Kami menargetkan tahun depan memperoleh laba sekitar Rp450 miliar dan penjualan yang kami targetkan sebesar Rp 2,8 triliun”, ungkapnya. (nurul)

Related posts