Bisnis Selamat Sempurna Masih Menjanjikan - Proyeksi Versi Pefindo

NERACA

Jakarta - Ditahun kuda kayu ini, PT Pemeringkat Efek Indonesia memproyeksikan bisnis usaha PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM) masih memiliki prospek yang menjanjikan seiring meningkatnya pertumbuhan penjualan mobil.Informasi tersebut disampaikan Pefindo dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Analis Pefindo Guntur Tri Hariyanto mengatakan, meski pertumbuhan ekonomi domestik diperkirakan akan turun di bawah 6% karena diterpa isu defisit transaksi berjalan, tingginya inflasi dan depresiasi rupiah, namun penjualan mobil akan sama dengan tahun lalu atau sekitar 1,2 juta unit,”Program LCGC (low cost green car) diharapkan dapat meningkatkan volume penjualan mobil, dimana pada November sudah terjual hampir 37.000 unit," kata dia.

Di samping itu, menurut Guntur, kegiatan investasi emiten yang bergerak di bidang suku cadang automotif ini cenderung meningkat. Pada 2012-2013, perseroan melakukan investasi Rp237 miliar. Pada tahun itu, perseroan mengakuisisi perusahaan afiliasinya yang memproduksi karoseri, PT Hydraxle Perkasa (HP) dan tahun lalu kembali mengakuisisi perusahaan afiliasi lainnnya, yakni PT Selamat Sempana Perkasa (SSP) yang merupakan pemasok komponen karet dan lainnya dan PT Prapat Tungga Cipta (PTC) yang menjadi distributor tunggal SMSM di pasar domestik.

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan, akusisi SSP dan PTC memberi kontribusi sekitar 5% terhadap pendapatan dan 8% untuk laba bersih perusahaan. Selain itu, perseroan juga berencana memperluas segmen pasar konstruksi bekerja sama dengan Sueyoshi Co Ltd untuk memproduksi tangki bahan bakar dan tangki hidrolik untuk segmen konstruksi,”Kami mengekspektasikan SMSM akan meneruskan pertumbuhan pendapatan yang positif, meski pertumbuhan tahun ini terutama dengan cara anorganik," kata Guntur.

Sementara dengan membaiknya ekonomi global, terutama Amerika Serikat (AS) dan negara berkembang di Asia, dia memperkirakan, penjualan ekspor akan tumbuh 8% pada tahun ini. Sedangkan di pasar domestik, LCGC akan mendorong penjualan suku cadang mobil SMSM di tengah memanasnya suhu politik di Tanah Air.

Pefindo optimistis industri automotif Tanah Air masih tetap terjaga. "Kami percaya bisnis SMSM memiliki msa depan yang cerah dengan berbagai peluang di depan, terlebih didukung kemampuan dalam mengelola lingkungan bisnis yang menguntungkan," tutur dia.

Hingga penghujung 2013, Pefindo memproyeksikan SMSM bisa membukukan penjualan sebesar Rp2,33 triliun dengan laba bersih Rp261 miliar. Kinerja ini meningkat dibanding tahun sebelumnya, dimana SMSM membukukan penjualan Rp2,16 triliun dengan laba bersih Rp233 miliar.

Sementara pada tahun ini, Pefindo memprediksi bahwa SMS bisa membukukan penjualan mencapai Rp2,59 triliun, dengan laba bersih meningkat menjadi Rp405 miliar. Harga saham perseroan untuk 12 bulan diperkirakan akan berada pada kisaran Rp3.500-3.800 per saham. (bani)

Related posts