Centrin Online Suntik Modal Senilai Rp500 Miliar

NERACA

Jakarta- PT Centrin Online Tbk (CENT) memberikan pinjaman kepada anak perusahaan, PT Retower Asia sebesar Rp500 miliar. Pinjaman tersebut diberikan seiring penandatanganan loan agreement antarkedua pihak pada 27 Desember 2013. Informasi tersebut disampaikan Sekretaris Perusahaan, PT Cetrin Online Tbk, Janti Kosasih dalam keterangan yang diterbitkan, kemarin.

Di tahun yang sama, kedua perusahaan ini sebelumnya telah menyepakati transaksi yang sama. Perseroan memberikan pinjaman kepada PT Retower Asia sebesar Rp238 miliar dengan bunga 5,75%. Adapun periode pinjaman tersebut selama 10 tahun sejak disepakatinya perjanjian ini pada Maret 2013.

Dana pinjaman ini disebut sebut akan digunakan Retower untuk meningkatkan kapasitas, memperluas tipe jasa dan produk, dan meningkatkan daya saing serta mengembangkan usaha di sektor telekomunikasi. Seperti diketahui, Centrin bisa berbisnis sewa menara usai mengakuisisi Retower senilai US$ 14.825 juta.

Retower merupakan perusahaan yang bergerak di bidang telekomunikasi terutama penyediaan situs operasi dan menara telekomunikasi. Akuisisi tersebut seiriang pengembangan usaha yang dilakukan perseroan di tahun ini. Pada akhir Desember 2013, emiten penyedia jasa internet ini mengaku akan melakukan penambahan kegiatan usaha baru di bidang jasa dan investasi.

Tidak terkecuali, jasa konsultasi bidang instalasi telekomunikasi, jasa konsultasi manajemen, bisnis administrasi, strategi pengembangan bisnis dan investasi serta melakukan investasi atau penyertaan pada perusahaan lain. Kegiatan usaha baru tersebut juga meliputi jasa penyediaan, penyewaan, dan pengelolaan menara telekomunikasi (base tranceiver station/BTS) serta alat, sarana, atau instalasi penunjang telekomunikasi.

Hal tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan hubungan yang kuat dengan operator telekomunikasi besar di Indonesia, industri telekomunikasi Indonesia yang terus berkembang. Perjanjian sewa jangka panjang dan pelanggan strategis diyakini memberi kepastian pendapatan di masa depan serta kemampuan perseroan melakukan build to suit dan operasional ekstensif.

Sementara hingga September 2013 perseroan berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp 59,324 miliar, naik 45% dibandingkan periode sama tahun 2012 sebesar Rp 41,026 miliar. Pendapatan tersebut ditopang dari bisnis high speed internet sebesar Rp 29,244 miliar, sewa menara (Rp 18,214 miliar), calling card (Rp 3,030 miliar), dial up access (Rp 1,799 miliar), dan jasa lainnya. (lia)

Related posts