BUPATI TIGA BULAN “MENGHILANG” Pertumbuhan Ekonomi di Cianjur Mengalami Penurunan

Cianjur – Sejumlah elemen masyarakat di Kabupaten Cianjur memprediksi, lima tahun ke depan pembangunan bidang ekonomi di Cianjur akan mengalami kemorosotan yang amat memprihatinkan. Hal itu dilihat dari berbagai faktor yang terjadi di daerah itu, seperti suhu politik yang kurang kondusif dan etos kerja para pelayan public yang makin rendah termasuk “menghilangnya” Bupati Cianjur, Tjetjep MS selama tiga bulan terakhir ini, tanpa adanya penjelasan resmi dari Pemkab Cianjur.

NERACA

“Jika kondisi Cianjur masih seperti sekarang ini, suhu politik dan social yang tak kondusif, kinerja para pejabat yang semakin mengendur dan seperti tanpa arah, saya khawatir pertumbuhan ekonomi di Cianjur akan mengalami penurunan,” ujar R. Adang Herry Pratidy, praktisi dan pengamat ekonomi Cianjur.

Bicara dalam Diskusi Terbatas bidang Ekonomi Keuangan dan Industri (Ekuin) yang diselenggarakan Harian Ekonomi Neraca Biro Jabar di Cianjur Rabu kemarin, Adang yang juga Ketua Asosiasi Pengecer Pupuk Jabar dan Cianjur itu memaparkan, prediksi tersebut di dasari oleh sejumlah fakta riil di Cianjur. Di antaranya, tingkat Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) masyarakat Cianjur yang setiap tahunnya sejak tiga tahun terakhir ini terus menunjukan penurunan.

Adang juga menunjukan data dari Bappeda Cianjur yang mengungkapkan, kinerja pencapaian LPE berfluktuasi. Tahun 2009 makin menurun dengan deviasi cukup besar dibanding tahun-tahun sebelumnya. Pada 2007 LPE Cianjur sempat mencapai 4.18, tahun berikutnya turun jadi 4.04 dan turun lagi pada 2009 ke angka 4.05. Sedangkan rencana LPE Cianjur pada 2011 mencapai angka 4.66.

Namun pada sisi lain, kata Adang, penerimaan PAD (Pendapatan Asli Daerah) setiap tahun menunjukan peningkatan. Tahun 2007 PAD Cianjur mencapai Rp 69, 3 miliar, tahun 2008 Rp 80, 32 miliar, tahun 2009 naik jadi Rp 93,628 miliar dan 2010 sebesar Rp 111 miliar.

Seharusnya, menurut dia, jika PAD meningkat maka APBD daerah itu juga mengalami peningkatan. Tapi khusus Cianjur, ketika PAD naik tidak otomatis APBD pada tahun itu juga mengalami peningkatan. Contohnya, pada APBD Kab. Cianjur 2010 mengalami penurunan jadi Rp 1,249 triliun dibanding APBD 2009 yang mencapai Rp 1,323 triliun.

“Apabila kondisi seperti saat ini tidak berubah ke arah lebih baik, saya prediksi lima tahun ke depan pun carut marut,”tandas dia.

Bupati Kemana?

Rasa pesimis terhadap pertumbuhan ekonomi di Cianjur, dilontarkan pula Sekretaris Bale Niaga Cianjur (BNC), Harry Sastrakusumah, Ketua Dekopinda Cianjur, Hugo Siswaya, Ketua LSM Jerami (Jaringan Ekonomi Masyarakat Mndiri) Jabar, Sugiyanto, Ketua LBH Cianjur, O. Hendra dan Koordinator Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Cianjur (AM2PC), Didik.

Menurut Harry, carut marutnya perekonomian di Cianjur tidak terlepas dari sejumlah masalah yang terjadi di kalangan birokrat, DPRD dan masyarakat yang berindikasi KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme) yang penanganan hukumnya tidak menentu. Selain itu, juga kualitas dan kuantitas kinerja dari pimpinan daerah itu sendiri yang kinerjanya perlu dipertanyakan.

Sementara itu, koordinator AM2PC, Didik, justru mempertanyakan keberadaan Bupati Cianjur, Tjetjep MS. Menurut dia , bupati pasca dilantik April lalu entah pergi ke mana? Seolah hilang ditelan bumi. Rakyat tidak tahu bagaimana kondisi dan keberadaan bupatinya. Padahal, apakah mungkin pelayanan public yang prima dapat diwujudkan tanpa adanya kejelasan di mana dan bagaimana keberadaan leader center daerah ini.

“Anak sekolah saja tidak masuk sekolah minimal satu minggu tanpa alasan jelas , sudah peroleh ancaman dari kepala sekolahnya. Bupati kita hilang tiga bulan, bagaimana? “bebernya kepada Neraca. bons

Menurut keterangan yang diperoleh Neraca, bupati Cianjur dalam kondisi sakit sejak April lalu. Namun memang, pihak pemda tidak pernah mempublikasikan kepada masyarakat secara resmi tentang kondisi dan keberadaan Bupati Tjtjep MS yang terpilih untuk kedua kalinya memimpin Cianjur.

BERITA TERKAIT

Masalah Kejiwaan di DKI Didominasi Tekanan Ekonomi

Penyebab timbulnya masalah kejiwaan atau gangguan kesehatan mental di DKI Jakarta didominasi oleh tekanan ekonomi dan situasi sosial keluarga."Penyebab paling…

Indonesia Pacu Tiga Sektor Manufaktur Jepang Tambah Investasi - Penanaman Modal di Sektor Riil

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian fokus mendorong para pelaku industri Jepang skala menengah untuk terus berinvestasi di Indonesia. Terdapat tiga…

Tertib di Tiga Tahun Pemerintahan Presiden Jokowi

Oleh: Joko Setiabudi, Mahasiswa Pasca Sarjana FISIP- UI Menjelang tiga tahun masa pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

KOTA SUKABUMI - 163 Calon PPK Ikuti Tes Tertulis

KOTA SUKABUMI  163 Calon PPK Ikuti Tes Tertulis NERACA Sukabumi - Sebanyak 163 calon Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kota Sukabumi…

KOTA SUKABUMI - 163 Calon PPK Ikuti Tes Tertulis

KOTA SUKABUMI  163 Calon PPK Ikuti Tes Tertulis NERACA Sukabumi - Sebanyak 163 calon Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kota Sukabumi…

Laba Bersih WOM Meningkat 78% dalam Sembilan Bulan 2017

Laba Bersih WOM Meningkat 78% dalam Sembilan Bulan 2017 NERACA Jakarta - PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (“WOM Finance” atau…