WIKA Alihkan Bangunan Senilai Rp8,39 M

NERACA

Jakarta – PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) dan anak usahanya PT WIKA Industri & Konstruksi melakukan transaksi afiliasi berupa pengalihan bangunan senilai Rp8,39 miliar. Direktur Utama PT Wijaya Karya Tbk Bintang Perbowo dalam keterangannya akhir pekan lalu menyebutkan bahwa nilai transaksi atas penjualan bangunan tersebut sebesar Rp8,39 miliar dimana pembayaran dilakukan secara tunai.

Dia menambahkan bahwa bangunan yang terletak di kelurahan Kembang Kuning di Bogor tersebut memiliki luas 7.080 meter. “Tujuan transaksi ini adalah menambah aset tetap dan kemudahan dalam proses penjaminan kepada pihak ketiga untuk mendukung pengembangan usaha”, katanya.

Sementara itu, pada 2014 perseroan menargetkan 50% nilai kontraknya dari proyek sipil. Disebutkan bahwa target kontrak pada 2014 sekitar Rp20 Trilliun dan nilai kontrak sipilnya 9 Trilliun.

Direktur PT Wijaya Karya Tbk Budi Harto mengatakan, pada tahun 2014 nanti ada empat pilar utama yang menjadi kosentrasi WIKA, yakni kontruksi, sipil, gedung dan energi.“Kami mengincar untuk proyek sipil seperti MRT dan proyek-proyek kementrian PU. Untuk mengembangkan usaha di tahun depan kami menetapkan nilai investasi sekitar 1,8 trilliun”,ungkapnya.

Dia menambahkan, investasi sekitar Rp600 milliar dari modal sendiri dan sisanya dari pinjaman. Dana tersebut nantinya akan digunakan untuk membiayai pembebasan tanah untuk pemukiman sekitar Rp150 milliar, pembangunan pelabuhan Rp50 milliar, investasi dalam sektor air minum Rp100 miliar, dan energi Rp100 milliar. Sedangkan sisanya untuk pembiayaan peralatan kontruksi.

Perseroan juga tengah membentuk Perusahaan Patungan (Joint Venture) dengan anak usahanya PT Wijaya Karya Beton (WIKA Beton) dan PT Krakatau Enginerring (anak usaha PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) untuk membangun perusahaan produksi beton.

Perusahaan Patungan tersebut diberi nama PT Wijaya Karya Krakatau Beton yang bertujuan untuk memproduksi, mengembangkan dan memasarkan produk tiang pancang dan produk saluran air terutama untuk memenuhi kebutuhan proyek-2 pembangunan khususnya di area Cilegon, proyek-2 yang didanai oleh Krakatau Steel dan Grup maupun Proyek-2 non Krakatau Steel yang nantinya disepekati Manajemen para pendiri.

Direktur Keuangan Wijaya Karya, Ganda Kusuma mengatakan, perusahaan patungan ini berdomisili sekaligus akan membangun pabrik di salah satu lahan di Kawasan Krakatau Industrial Estate Cilegon yang akan berdiri diatas lahan seluas 3 hektar. Perusahaan ini ditargetkan akan memiliki kapasitas produksi sekitar 41 ribu ton per tahun.

Perusahaan patungan ini memiliki Modal Dasar sebesar Rp175 miliar dan Modal Disetor sebesar Rp50 miliar. Adapun komposisinya, WIKA Beton sebesar 60%, Krakatau Engineering sebesar 30%, dan WIKA sendiri sebesar 10%. Diperkirakan pembangunan pabrik ini bakal menelan waktu sekitar 9 bulan yang akan didahuli dengan proses persiapan, engineering, pekerjaan civil, erection dan instalasi, serta testing & commissioning hingga siap produksi. (nurul)

Related posts