Pilih Capres Yang Tidak Bermasalah Hukum - Oleh: Dini Kinanthi Putri

Pelaksanaan Pemilu 2014 tinggal beberapa bulan lagi, geliat politik semakin memanas, seiring gencarnya partai politik mengusung calon presidennya. Persaingan wacana capres dan cawapres di media sangat dirasakan publik. Bahkan banyak lembaga survei mengeluarkan hasil risetnya terkait pencapresan dalam Pemilu 2014.

Lembaga survey membuat perkiraan tentang siapa capres yang dipilih rakyat jika saat ini dilakukan pemilu presiden. Tentu saja hasilnya berbeda-beda seperti yang dilakukan lembaga survei Pol-Tracking Institute dan Indo Barometer. Sosok Joko Widodo menjadi paling popular di kalangan masyarakat sebagai capres alternative.

Pada 22 Desember 2013, Direktur Eksekutif Pol-Tracking Institute, Hanta Yuda mengatakan Pol-Tracking Institute mengeluarkan hasil survei nasional bertajuk Menakar Kandidat Capres dan Perilaku Memilih dalam Pemilu Presiden 2014. Bila semua partai mengusung ketua umumnya sebagai calon presiden, tanpa memperhitungkan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, Aburizal Bakrie mempunyai tingkat elektabilitas paling tinggi.

Dalam elektabilitas capres ketua umum partai, Aburizal mencapai posisi puncak yakni 17,04 persen. Aburizal disusul Ketua Dewan Pembina dari Gerindra, Prabowo Subianto yakni 15,75 persen dan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Megawati Soekarnoputri 11,21 persen. Namun bila memasukan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo sebagai calon presiden, Aburizal hanya menempati urutan ketiga yakni 11,67 persen. Di atas Aburizal, ada Jokowi yang elektabilitasnya 37,46 persen dan Prabowo 11,72 persen.

Sedangkan Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari, dalam paparan surveinya bertajuk 'Political Outlook 2014: Pilihan dan Peta Kemungkinan Capres dan Cawapres Pemilu 2014', mengatakan jika Megawati benar-benar mencapres, calon PDIP diprediksi bakal kalah. Jika Joko Widodo tidak dicalonkan, maka dukungannya akan ke Prabowo Subianto.

Dari peta politik berdasarkan demografi, jika PDIP mencalonkan Joko Widodo sebagai calon presiden terlihat Jokowi unggul di seluruh kategori jenis kelamin, desa-kota, etnis, wilayah Jawa-non Jawa, usia, pendidikan, pekerjaan, dan agama. Dukungan pada Joko Widodo merata di seluruh kalangan dan oleh seluruh kalangan.

Dengan semakin dekatnya pelaksanaan pemilu 2014, wacana pencalonan presiden dan wakil presiden sudah berkembang luas menjadi opini publik. Seperti diketahui, beberapa partai sudah mengantongi nama-nama calon presiden, di antaranya Prabowo Subianto dari Partai Gerindra, Aburizal Bakrie atau ARB dari Partai Golkar, Wiranto dari Partai Hanura, Surya Paloh dari Partai NasDem, dan beberapa lainnya.

Sementara itu, kubu Partai Demokrat juga tengah melakukan seleksi melalui Konvensi Calon Presiden. Pada konvensi itu, muncul 11 nama bakal Calon Presiden yang mewakili Partai Demokrat, termasuk Marzukie Ali, Hayono Isman, Dahlan Iskan, Dino Patti Djalal, Pramono Edhie Wibowo, Gita Wirjawan, dan beberapa kandidat lainnya. Perlu dibangun wacana publik bahwa memilih capres harus yang baik dan kredibel.

Oleh karena itu, masyarakat dihimbau agar menggunakan hak pilihnya dengan baik, dan memilih capres yang tidak bermasalah dengan hukum. Kalau capres bermasalah hukum, nantinya roda pemerintahan tidak berjalan baik karena akan menghadapi masalah hokum yang berkepanjangan. (mimbar-opini)

Related posts