Pefindo Sematkan Peringkat AAA EBA BTN

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memberikan peringkat AAA untuk sertifikat Efek Beragun Aset (EBA) kelas A yang diterbitkan Kontrak Investasi Kolektif (KIK) EBA Danareksa BTN04- KPR BTN (DBTN04) senilai Rp928 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Kata analis Pefindo Hendro Utomo, peringkat tersebut mencerminkan profil aset yang sangat baik dan profil yang kuat dari PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) yang mendapat peringkat idAA dengan prospek stabil, “Selain itu, adanya credit enhancement dalam bentuk EBA kelas B dan cadangan likuiditas dari PT Sarana Multigriya Finansial,”ujarnya.

Kendati demikian, dia mengatakan, peringkat tersebut dibatasi adanya potensi pelemahan kemampuan keuangan dengan meningkatnya porsi seri EBA kelas A dengan durasi lebih panjang.

Sementara itu, KIK EBA DBTN04 tersebut telah mendapat penyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 17 Desember 2013. KIK EBA ini merupakan transaksi ke-6 sejak dilaksanakan kali pertama pada 11 Februari 2009. KIK EBA tersebut berasal dari kumpulan aset yang disekuritisasi senilai Rp1 triliun dengan tanggal cut off pada 2 Desember 2013. Adapun, kupon bunga KIK EBA DBTN04 dibagi menjadi dua seri, dimana seri A1 sebesar 8,9% dan seri A2 sebesar 9,5%. (bani)

BERITA TERKAIT

KIK EBA Danareksa BTN - Pefindo Kembali Tegaskan Peringkat AAA

NERACA Jakarta - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) kembali menegaskan peringkat idAAA bagi KIK EBA Danareksa BTN 04-KPR BTN seri…

Pangkas Aset KPR Tidak Produktif - BTN Lelang 986 Unit Rumah Senilai Rp 216 Miliar

NERACA Bogor - Sebagai salah satu upaya perseroan untuk memperbaiki kualitas kredit, Bank BTN melaunching produk baru yang dibandrol nama…

Dampak Suku Bunga Tinggi - Pefindo Taksir Nilai Obligasi Rp 138,1 Triliun

NERACA Jakarta - PT Pemeringkatan Efek Indonesia (Pefindo) memperkirakan total nilai penerbitan obligasi sepanjang tahun 2018 hanya Rp138,1 triliun. Nilai…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Berkah Kinerja Emiten Meningkat - Jumlah Investor di Sumbar Tumbuh 46%

NERACA Padang – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Sumatera Barat (Sumbar) mencatat jumlah investor saham asal Sumbar di pasar…

Indo Premier Bidik AUM 2019 Tumbuh 50%

Tahun depan, PT Indo Premier Investment yakin dana kelolaan atau asset under management (AUM) mereka akan tumbuh hingga 50% seiring…

HRUM Siapkan Rp 236 Miliar Buyback Saham

PT Harum Energy Tbk (HRUM) berencana untuk melakukan pembelian kembali saham atau buyback sebanyak-banyaknya 133,38 juta saham atau sebesar 4,93%…