Tips Mendesain Balkon Aman Untuk Si Anak

Menghadirkan balkon dalam sebuah rumah memang akan menambah keindahan dan mempercantik sebuah rumah. Namun tidak hanya itu saja, sebuah balkon menjadi tempat yang menyenangkan untuk berkumpul bersama keluarga tersayang. Dahulu balkon memang hanya menjadi pemanfaatan dan pemaksimalan lahan dalam sebuah hunian, namun balkon menjadi tempat yang menyenangkan untuk menghabiskan waktu.

Namun menghadirkan balkon bukanlah perkara yang mudah. Banyak sekali yang harus diperhitungkan dan diperhatikan. Mendesain sebuah balkon memang lebih baik saat pembangunan rumah mulai dibangun atau saat tahap pendesainan, namun tidak ada salahnya pula bila kita ingin membuat balkon dari hunian yang sudah jadi. Berikut ini beberapa tips dalam mendesain sebuah balkon.

Memiliki balkon atau area terbuka selayaknya tetap memikirkan faktor keamanan maksimal. Tak perlu seperti kandang yang mengurung, tapi olahan material dan desain yang bisa membuat pembatas aman dan nyaman dilihat. Rasa Ingin memiliki ruang terbuka di lantai atas bangunan seringkali terkendala dengan rasa was-was pada saat memiliki balita. Berikut tips agar balkon Anda aman dari penerobosan yang bisa berbahaya.

Pastikan tinggi pembatas lebih dari 80 cm atau rata-rata ketinggian balita berusia 2 tahun. Di usia ini, inisiatif anak seringkali lebih besar dari kemampuan komunikasinya dengan orang tua. Memiliki balkon atau area terbuka selayaknya tetap memikirkan faktor keamanan maksimal. Tak perlu seperti kandang yang mengurung, tapi olahan material dan desain yang bisa membuat pembatas aman dan nyaman dilihat.

Untuk itu, pastikan tinggi pembatas lebih dari 80 cm atau rata-rata ketinggian balita berusia 2 tahun. Di usia ini, inisiatif anak seringkali lebih besar dari kemampuan komunikasinya dengan orang tua. Selain itu, harus Anda pastikan jarak antarjeruji kurang dari 12 cm agar kepala anak-anak tidak bisa masuk. Usahakan di balik pembatas ada benda lain yang bisa menghalangi daya capai anak ke pembatas, semisal dengan tanaman di pot pendek atau penghalang lain untuk menghalangi jalan sang anak.

Kalau perlu, di bawah area balkon bukanlah lantai keras, tetapi dataran seperti rumput, kolam, dan tanaman perdu. Namun, dari semua itu, pengawasan terbaik adalah kuncinya. Untuk itulah, usahakan akses ke ruang terbuka di lantai atas selalu dekat dengan pintu sehingga penanganan jika anak menerobos bisa lebih cepat.

BERITA TERKAIT

MGRO Berikan Jaminan Pinjaman Anak Usaha

NERACA Jakarta – Danai pengembangan bisnis anak usahanya, PT Mahkota Group Tbk (MGRO) menandatangani akta jaminan perusahaan untuk pelunasan utang…

Pemerintah Akan Terapkan B30 untuk Kurangi Porsi Impor Bahan Bakar

Pemerintah Akan Terapkan B30 untuk Kurangi Porsi Impor Bahan Bakar  NERACA  Jakarta – Kepala Litbang Kementerian Energi dan Sumber Daya…

Anak dan Perempuan Rentan Terhadap TPPO

Anak dan Perempuan Rentan Terhadap TPPO NERACA Jakarta - Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bergerak untuk kepentingan anak-anak, Save the…

BERITA LAINNYA DI HUNIAN

Kebijakan Relaksasi Pajak Bisa Lesatkan Apartemen Kelas Atas dan Mewah

Kebijakan Relaksasi Pajak Bisa Lesatkan Apartemen Kelas Atas dan Mewah NERACA Jakarta - Kebijakan relaksasi pajak yang baru dikeluarkan oleh…

Investasi Properti Diperkirakan Terdampak Perang Dagang AS-China

Investasi Properti Diperkirakan Terdampak Perang Dagang AS-China   NERACA Jakarta - Investasi sektor properti diperkirakan bakal terdampak perang dagang antara Amerika…

Properti di Indonesia Bakal Meningkat Pascapemilu

Properti di Indonesia Bakal Meningkat Pascapemilu NERACA Jakarta - CEO Crown Group (pengembang properti di Australia) Iwan Sunito mengatakan bisnis…