Festival Toraja 2013 - Pementasan Seni dan Budaya Tradisional

Festival Toraja digelar pada 28-30 Desember 2013 di kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara. Pembukaan Festival Toraja dipusatkan di kawasan wisata Pallawa, Kabupaten Toraja Utara dan penutupannya dipusatkan di Lapangan Ge’tengan, Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja.

Festival Toraja pelaksanaannya akan digabung dengan event Lovely Desember 2013 agar kunjungan wisatawan lebih banyak hadir ke Toraja. Sebelumnya event Lovely Desember sudah empat tahun berturut-turut digelar bergantian di Tana Toraja dan Toraja Utara.

Tahun 2004, berkat kekayaan budayanya, Tana Toraja dimasukkan dalam daftar sementara warisan budaya dunia oleh UNESCO (Inscription World Heritage-C1038). Menyambut hal ini masyarakat Toraja menggelar upacara Pesta Toraja (Toraja Fiesta) di pasar seni Rantepoa, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Acara tersebut menyuguhkan serangkaian tarian dan atraksi dari 15 kecamatan di Tana Toraja. Toraja Fiesta adalah salah satu perwujudan Rambu Tuka’, ungkapan kegembiraan.

Dalam event ini ada berbagai pementasan seni dan budaya, sepeda gunung, sepak takraw dan lomba tangkap ikan tradisional. Pembukaan Festival Toraja 2013 digelar pameran kerajinan dan kuliner tradisional Toraja, sedangkan saat penutupan akan dipentaskan seni dan budaya Toraja.

Tujuan pelaksanaan Festival Toraja 2013 sendiri adalah memperkuat posisi Toraja sebagai ikon destinasi wisata di Indonesia sekaligus mempromosikan budaya Toraja baik di tingkat nasional maupun internasional. Festival ini selain dihadiri masyarakat Toraja maupun yang ada di perantauan, sekira 300 saudagar Bugis-Makassar, peserta Kongres Diaspora Indonesia, serta wisatawan domestik dan mancanegara.

Toraja dikenal memiliki rumah adat dan pekuburannya yang unik. Mereka juga memiliki upacara kematian yang dapat berlangsung selama berhari-hari. Saat menyambangi Toraja, biasanya wisatawan akan datang ke Londa, Lemo dan Tampang Allo untuk melihat pemakaman di dinding berbatu dan gua-gua yang dipenuhi peti mati dan tulang-belulang manusia. Ada pula wisatawan yang memilih melakukan trekking ke pedesaan sekitar Toraja yang hampir tak tersentuh atau mencumbu desa-desa terpencil dengan menyusurinya berarung jeram di Sungai Sa'dan.

BERITA TERKAIT

Cegah Perubahan Iklim dengan Atasi Obesitas dan Kurang Gizi

Perubahan iklim tak cuma membuat cuaca jadi tak menentu, tapi juga berhubungan erat dengan masalah gizi seperti obesitas dan kelaparan.…

Kratom, Dilema Daun Ajaib dan Zat Berbahaya

Jika menyebut kopi bisa dipastikan hampir semua orang akan paham arah pembicaraan, namun ceritanya akan ketika bertemu dengan kata Kratom…

Pollux Properti dan BNI Sepakati Kerjasama Fasilitas Pembiayaan KPA - Permudah Konsumen Meisterstadt Batam

Pollux Properti dan BNI Sepakati Kerjasama Fasilitas Pembiayaan KPA Permudah Konsumen Meisterstadt Batam NERACA Jakarta - Pengembang properti PT Pollux…

BERITA LAINNYA DI WISATA INDONESIA

Pemprov Banten Sebut Kawasan Anyer Sudah Aman Dikunjungi

Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Pariwisata menyatakan bahwa kawasan wisata di Pantai Anyer dan sekitarnya telah aman dikunjungi pasca tsunami…

Ini Tantangan Baru Industri Pariwisata di Indonesia

Salah satu usaha mendatangkan 20 juta wisatawan mancanegara (wisman) pada tahun depan, Kementerian Pariwisata akan lebih fokus menggarap segmen pasar…

Likuefaksi di Palu Bakal Dijadikan Tempat Wisata

Salah seorang anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Matindas J Rumambi mengatakan semua lokasi likuefaksi di Kota Palu dan Kabupaten…