Semen Indonesia Investasikan Dana Rp 700 Miliar - Bangun Pabrik Semen Klinker

NERACA

Jakarta – Menjelang tutup tahun 2013, PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) kembali melakukan aksi korporasi dengan rencana pembangunan pabrik semen baru berupa pabrik semen klinker dengan kapasitas sebesar 2 juta ton per tahun di wilayah Cilegon, Jawa Barat.

Direktur Utama Semen Indonesia, Dwi Soetjipto mengatakan, proyek yang berdiri di atas lahan seluas 7 hektare (ha) ini ditaksir menelan biaya investasi sebesar Rp700 miliar dengan sumber pendanaan yang akan diambil dari alokasi dana belanja modal pada tahun depan yang sebesar Rp6 triliun,“Saat ini prosesnya sudah mencapai penandatanganan perjanjian untuk pembelian lahan di wilayah Ciwandan, Cilegon," ujarnya di Jakarta, kemarin.

Disampaikannya pula, pembangunan pabrik clinker ini merupakan kelanjutan dari perjanjian kerja sama dengan PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) untuk membangun pabrik slag powder,”Nanti kita akan bangun unit produksi sendiri, terpisah dari kerja sama dengan Kakatau Steel untuk menghasilkan clinker,” jelasnya.

Kemudian untuk realisasinya, dirinya menuturkan, perseroan akan segera membangun pabrik baru tersebut di 2014 dan ditargetlkan rampung dua tahun mendatang. Dengan berdirinya pabrik baru ini, maka kapasitas produksi perseroan tentu akan meningkat menjadi 32 juta ton di 2016 dari kapasitas produksi saat ini yang sebesar 30 juta ton,”Pembangunan pabrik baru ini merupakan salah satu strategi perseroan untuk memenuhi terus meningkatnya permintaan semen domestik di tanah air,"ungkapnya.

Cari Pinjaman

Sebagai informasi, PT Semen Indonesia Tbk bersama PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) tengah menjajaki pembicaraan dengan 4 Bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk memenuhi kebutuhan pendanaan pembangunan perusahaan patungan yang di beri nama PT Krakatau Semen Indonesia (KSI).

Perusahaan patungan yang didirikan dengan proyeksi total investasi Rp440 miliar tersebut, sebesar 70% nya atau setara Rp308 miliar rencananya akan dipenuhi lewat mekanisme pembiayaan yang bersumber dari pinjaman perbankan,”Sumber pinjaman, diperoleh dari perbankan dalam negeri. Belum spesifik, tapi bank besar pemerintah (Bank BUMN),"kata Direktur Utama KRAS Irvan K Hakim.

Lebih lanjut Irvan mengatakan, pihaknya belum bisa membeberkan perihal rincian pihak mana saja dan berapa porsi pinjaman dari masing-masing pihak yang akan berpartisipasi. Namun dirinya memastikan, pinjaman tersebut akan bersumber dari bank-bank milik pemerintah atau BUMN, “Untuk pinjaman perbankan, tentunya harapannya dari bank-bank pemerintah yang besar, karena kalau bank pemerintah kan lebih prudent. Tapi, siap meraka dan berapa porsinya terlalu prematur untuk disampaikan saat ini. Tapi kita sudah melakukan pembicaraan-pembicaraan dengan beberapa bank BUMN,"jelasnya.

Kata Irvan, untuk kebutuhan investasi sisanya yang sebesar Rp132 miliar, akan dipenuhi dari ekuitas keduanya dimana porsi kepemilikan antara KRAS dan SMGR atas KSI adalah sama yakni sebesar 50:50%.

Disebutkan, kerja sama ini dapat meningkatkan pendapatan perseroan dan memberikan kontribusi bagi pengurangan emisi CO2 serta mengamankan pasokan bahan baku (granulated blast furnace slag) untuk keperluan industri semen,”Pabrik Slag Powder ini, dirancang mampu mengolah Granulated Blast Furnace Slag (GBFS) sebesar 750.000 ton per tahun, pembangunan pabrik direncanakan dimulai awal 2014 dan ditargetkan dapat beroperasi awal tahun 2016,” jelas Irvan.

Lebih lanjut, Irvan menjelaskan, dalam kurun waktu masa konstruksi pabrik slag powder tersebut, perusahaan patungan (JV Co slag powder) akan melakukan trading atau penjualan ke pihak ke tiga (atas pasokan GBFS dari PT Krakatau Posco yakni: 350.000 ton/tahun). (bani)

Related posts