SAM Bidik Dana Kelola Rp 5 Triliun di 2014 - Bakal Rilis Dua Produk Baru

NERACA

Jakarta- PT Samuel Aset Manajemen (SAM) mengincar dana kelolaan (Asset Under Management/AUM) hingga Rp5 triliun pada tahun depan. Salah satu strateginya, perusahaan akan meluncurkan produk reksa dana baru yang diharapkan dapat menyumbang secara signifikan terhadap target dana kelolaan tersebut. “Tahun depan, kita target Rp4,7 triliun-Rp5 triliun yang akan dicapai dari kinerja sekitar 15%, dan sisanya dari produk baru. Juga subscription dari klien lama dan baru.” kata Direktur Utama PT Samuel Aset Manajemen, Agus B. Yanuar di Jakarta, Kamis (19/12).

Produk baru yang akan diterbitkan di tahun depan, sambung dia, merupakan produk reksa dana pendapatan tetap (fixed income) konvensional dan reksa dana campuran. Pemilihan dua produk ini karena dinilai memiliki risiko yang lebih terukur, dan dapat memenuhi kebutuhan investor atau nasabah. Ditargetkan, kedua produk tersebut bisa diterbitkan pada kuartal kedua 2013. “Penerbitan di kuartal kedua karena data makro ataupun sinyalnya diharapkan sudah lebih baik.” ujarnya.

Reksa dana campuran yang akan diterbitkan ini, kata dia, berbeda dari reksa dana campuran sebelumnya yang pengelolaan portofolionya cenderung teknikal. Sementara, pada produk reksa dana campuran yang akan dirilis ini akan lebih teratur atau tetap, yaitu pada 30% ekuitas, dan 70% obligasi.

Proyeksinya, dengan kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang diharapkan dapat mengalami pertumbuhan 20%, reksa dana campuran ini nantinya akan memberikan imbal hasil hingga 15%. “Return campuran bisa di atas 13,5%-15% atau di bawah 10%. Adapun untuk saham sekitar 15%-20%. Itu kalau bullishnya bagus, sekitar 20%.” jelasnya.

Untuk pengelolaan portofolionya di saham, menurut dia, pihaknya menjagokan sektor perkebunan untuk emiten yang bergerak di bisnis pengelolaan minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO), antara lain emiten CPO astra, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), dan PT Sawit Sumbermas Tbk (SMSS). Selain itu, juga sektor perbankan antara lain PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI). Termasuk sektor konsumer antara lain PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), dan PT Unilever Indonesia (UNVR), dan dari sektor telekomunikasi, yaitu PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM).

Chief Operating Officer PT Samuel Aset Manajemen, Intan Syah Ichsan mengatakan, total dana kelolaan yang dikumpulkan perusahaan sepanjang Januari-November 2013 telah mencapai Rp3,6 triliun. Dari total dana tersebut, kinerja reksa dana hingga akhir tahun ini memberikan kontribusi kontribusi sebesar Rp2,7 triliun, atau naik 227,14%. Selain dana kelolaan yang tumbuh pesat, pihaknya juga mencatatkan pertumbuhan rekening nasabah secara signifikan.

Menurut dia, hingga November 2013, pertumbuhan rekening yang dikelola menjadi 4.634 rekening atau setara dengan 233% apabila dibandingkan dengan jumlah rekening yang dikelolanya pada periode yang sama tahun lalu sebesar 1.393 rekening. Dari total jumlah rekening, nasabah individual masih mendominasi komposisi jumlah rekening nasabah SAM, sebesar 96,07%.

Meski demikian, sambung dia, sumbangannya kepada total dana kelolaan sebesar 20,95%. Angka tersebut lebih kecil apabila dibandingkan sumbangan rekening nasabah institusi ke total aset kelolaan (AUM) yang sebesar 79,05%. “Pada nasabah institusi, asuransi dan dana pensiun masih mendominasi total AUM dengan kontribusi masing-masing sebesar 63,72% dan 27,34%,” ujarnya. (lia)

Related posts