Indopura Resources Bangun Pabrik Rp 6 Triliun - Gandeng Empat Perusahaan Cina

NERACA

Jakarta – Dalam rangka mengembangkan bisnis lebih agresif lagi, perusahaan chemical PT Indopura Resources bersama empat perusahaan asal China bakal membangun pabrik Chemical Grade Alumina (CGA) di Kalimantan Barat diatas lahan seluas 244 hektar dengan nilai investasi US$ 500 juta atau sekitar Rp 6 triliun. Disebutkan, keempat perusahan tersebut adalah Northern Heavy Industries Group Co. Ltd (NHI Group), China State Construction Engineering Corporation (CSCEC), Zhongtai Construction Group dan Northeastern University Engineering & Research Institute.

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Pontianak, Rabu (18/12). Kata Managing Director PT Indopura Resources, M Arief Winata, pembangunan pabrik tersebut mulai dibangun awal tahun 2014 dan ditargetkan beroperasi tahun 2017, “Mulai saat ini proses pembangunan pabrik yang dilakukan Indopura Resources adalah perencanaan konstruksi dan desain pembangunan pabrik yang akan rampung kurang lebih satu tahun kedepan, “ujarnya.

Dia menambahkan, pembangunan pabrik tersebut harus dilakukan proses studi kelayakan (feasibility studies), termasuk EPC (Engineering, Procurement, Construction) yang dilakukan Indopura Resources bersama Northern Heavy Industries Group Co. Ltd (NHI Group), China State Construction Engineering Corporation (CSCEC), Zhongtai Construction Group dan Northeastern University Engineering & Research Institute.

Lanjutnya, pembangunan pabrik CGA adalah komitmen perseroan untuk berinvestasi pada industri pengolahan dan pemurnian bauksit (bauxite refinery) di Kalimantan Barat yang memiliki deposit bauksit sekitar 4,3 milyar ton. Oleh karena itu, sambung dia, pihak perseroan membawa teknologi terkini untuk mengolah bauksit yang tersedia di Kalimantan Barat untuk menjadi bahan jadi dan akan lebih mempunyai nilai tambah terhadap perekonomian di Indonesia khususnya di Kalimantan Barat, serta dapat menyerap mayoritas tenaga kerja lokal sekitar 1,500 orang.

M Arief Winata juga mengungkapkan, Indopura Resources ingin melakukan alih teknologi terhadap Indonesia karena Indonesia punya bahan baku dan pihak asing memiliki teknologinya, “Ke depannya, Indonesia bukan hanya negara pengekspor bahan mentah akan tetapi sudah memiliki teknologi untuk memproduksi barang jadi untuk memenuhi permintaan pasar domestik dan sisanya untuk ekspor ke luar negeri,”tandasnya.

Sebagai informasi, Indopura Resources menargetkan total produksi CGA Alumina mencapai 1,2 juta metrik ton pertahun dengan komposisi produksi tahap pertama sebanyak 600 ribu metrik ton dan tahap kedua sebanyak 600 ribu metrik ton. Terkait dengan pembangunan pabrik bauksit tersebut, Indopura Resources akan mengukuti aturan DMO (Domestic Market Obligation) dari pemerintah dan sisanya baru kami ekpor ke luar negeri. Sedangkan untuk sarana penunjang pembangkit listrik Indopura Resources akan membangun pembangkit listrik sebesar 2 x 25 MW (megawatt) untuk pengoperasian pabrik CGA Alumina tersebut.

Selain itu pabrik tersebut nantinya akan memiliki fasilitas lainnya seperti dermaga (wharf) untuk kebutuhan akses distribusi dan juga program CSR (Corporate Social Responsibility) untuk kepentingan masyarakat seperti klinik kesehatan dan pendidikan. (bani)

Related posts