Menggiurkan, MI Incar Tiga Sektor - Momen Window Dressing

NERACA

Jakarta- Meski pertumbuhan beberapa sektor industri terkena imbas perlambatan ekonomi, sejumlah saham blue chips dari beberapa sektor yang dicatatkan di lantai bursa akan sangat menarik di sisa delapan hari perdagangan bursa. Pasalnya, sejumlah saham blue chips itu disebut sebut akan menjadi incaran manajer investasi (MI) untuk mempercantik portofolionya. “Sektor perbankan, telekomunikasi, dan semen akan menjadi target window dressing yang dilakukan manajer investasi.” kata Kepala Riset PT Buana Capital, Alfred Nainggolan di Jakarta, kemarin.

Pada sektor-sektor tersebut, menurut Alfred, terdapat saham-saham yang bisa dilirik pelaku pasar. Utamanya, yang memiliki nilai kapitalisasi pasar yang besar dan memiliki fundamental kuat. Sejumlah saham dari ketiga sektor yang direkomendasikan Alfred, antara lain PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Semen Indonesia Tbk (SMGR). “Kita sarankan fokus pada saham-saham blue chips.” ujarnya.

Dia memproyeksikan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di sisa delapan hari perdagangan, masih berpeluang untuk mengalami penguatan. Apalagi dengan adanya momentum window dressing yang biasa terjadi di akhir tahun. “Internal sekarang ini sudah sepi, peluang utamanya hanya kepada window dressing. Kita perkirakan dengan window dressing, di market akan ada penguatan 3%-4%.” jelasnya.

Namun lagi-lagi, kata Alfred, kondisi pasar untuk saat ini masih diliputi kekhawatiran pengetatan ekonomi (tapering off) yang akan dilakukan Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed). Oleh karena itu, keputusan FOMC meeting The Fed yang rencananya akan digelar pada 17-18 Desember 2013 juga menjadi perhatian pelaku pasar. Pasalnya, dari sinyal yang ada, The Fed akan mulai menarik stimulusnya di tahun ini. “Wacananya akan dimulai Desember. Kita pun perkirakan akan dikurangi secara gradual, bisa sekitar sepuluh miliaran.” ujarnya.

Meski demikian, dia optimistis, dengan adanya aksi window dressing dari sejumlah manajer investasi, IHSG di tahun ini akan berada di kisaran 4.400-4.500. “Kita masih optimis penguatan IHSG di level 4.400-4.500.” imbuhnya.

Diketahui, pada perdagangan kemarin (17/12), IHSG berakhir di level 4.182,34 setelah mengalami kenaikan sebanyak 56,3 poin atau sebesar 1,3%. Volume perdagangan mencapai 7,6 miliar saham senilai Rp4,7 triliun. Sebanyak 175 saham menguat, 80 saham melemah dan 98 saham yang tidak mengalami perubahan.

Sementara itu, Kepala Riset MNC Securities, Edwin Sebayang mengatakan, dalam sisa delapan hari perdagangan menjelang penutupan tahun 2013, salah satu harapan akan adanya keajaiban pada Selasa (17/12) merujuk kenaikan tajam Dow Jones yang terjadi kemarin sebesar 129,53 poin (0,82%) dan EIDO:US sebesar 0,5%. Hal itu terjadi di tengah masih gagah perkasanya dolar Amerika Serikat atas rupiah di atas Rp12.000. (lia)

Related posts