Ditjen Pajak Turunkan PPh Lima Persen

NERACA

Jakarta - Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan memberikan fasilitas penurunan tarif pajak penghasilan (PPh) sebesar lima persen dari tarif normal kepada wajib pajak badan dalam negeri berbentuk perseroan terbuka (PT). "Tarif PPh-nya menjadi sebesar 20% yang diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 77 tahun 2013 tentang Penurunan Tarif Pajak Penghasilan Bagi Wajib Pajak Badan Dalam Negeri yang Berbentuk Perseroan Terbuka," kata Kepala Seksi Hubungan Eksternal Ditjen Pajak, Chandra Budi, melalui keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (18/12).

Dia mengatakan fasilitas penurunan tarif pajak itu diberikan kepada PT dengan syarat jumlah saham yang disertor dan dicatat untuk diperdagangkan di bursa efek di Indonesia dan masuk dalam penitipan kolektif lembaga penyimpanan dan penyelesaian paling sedikit 40% dari total saham.

Syarat berikutnya, saham-saham itu harus dimiliki oleh paling sedikit 300 pihak dengan ketentuan masing-masing pihak hanya boleh memiliki saham kurang dari lima persen dari total saham yang ditempatkan dan disetor penuh.

"Lalu, ketentuan dua syarat ini harus dipenuhi paling singkat 183 hari kalender dalam jangka waktu satu tahun pajak," tuturnya. Chandra mengatakan fasilitas penurunan tarif itu bertujuan meningkatkan peran pasar modal sebagai sumber pembiayaan dunia usaha, mendorong peningkatan jumlah perseroan terbuka, dan meningkatkan kepemilikan publik pada perusahaan perseroan terbuka.

"Wajib pajak badan berbentuk PT yang ingin memanfaatkan fasilitas ini dapat melakukannya secara 'self assessment' saat penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT) PPh Wajib Pajak Badan dengan melampirkan syarat yang dibutuhkan," tandasnya. [ardi]

BERITA TERKAIT

Data BPS - Ekspor Industri Pengolahan Turun 6,92 Persen di Desember 2018

NERACA Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) melansir ekspor industri pengolahan pada Desember 2018 mengalami penurunan 6,92 persen jika dibandingkan…

Baru 11 Persen Sawah Terima Air dari Bendungan

NERACA Jakarta – Presiden Joko Widodo mengatakan pemerintah akan terus membangun bendungan untuk pengairan, mengingat baru 11 persen atau sekitar…

OJK Siapkan Lima Kebijakan Dorong Pertumbuhan 2019

    NERACA   Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyiapkan lima inisiatif kebijakan untuk mendukung pembiayaan sektor-sektor prioritas pemerintah,…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

BI Pertahankan Suku Bunga

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan 7-Day Reverse Repo Rate sebesar enam persen…

OJK Sebut DP 0% Gairahkan Sektor Produktif

      NERACA   Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengklaim kebijakan penghapusan uang muka kendaraan bermotor pada perusahaan…

SMF Kerjasama Operasional dengan Bank Penyalur KPR FLPP

    NERACA   Jakarta - PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama operasional dengan bank penyalur…