Garuda Pertegas Komitmen Untuk Lingkungan

Sebagai tanggung jawab sosial perusahaan, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) terus berupaya untuk mencapai pertumbuhan berkelanjutan yang selaras dengan komitmen untuk menjaga lingkungan.

Kata Direktur Utama Garuda Indonesia, Emirsyah Satar, dirinya memiliki langkah operasional untuk mewujudkan Garuda Indonesia sebagai maskapai green economy, “Pertama adalah penyederhanaan dan peremajaan pesawat dengan armada-armada baru seperti Airbus A330s, Boeing 737-800NG, dan Boeing 777-300. "Kami juga menargetkan rata-rata usia pesawat di bawah 5 tahun pada 2015," ujarnya di Jakarta, kemarin.

Langkah kedua adalah menerapkan carbon offset, yaitu program siap pakai yang ditawarkan kepada penumpang sebagai kompensasi atas emisi yang dikeluarkan sebagai kontribusi bagi proyek yang berfungsi mengurangi karbon di negara berkembang.

Langkah ketiga, anak perusahaan Garuda yaitu GMF AeroAsia menjadi bank Halon satu-satunya di Indonesia untuk memulihkan kualitas Halon. Di mana Halon sendiri merupakan salah satu bahan perusak ozon, “Keempat kita telah melaksanakan Bali Beach Clean Up mulai 2012 hingga 2015 untuk melindungi dan memelihara kondisi pantai di Bali,"paparnya.

Langkah kelima, Emirsyah menerangkan Garuda telah meluncurkan One Passenger One Tree di Taman Nasional Sebangau, Kalimantan Tengah untuk merehabilitasi hutan gambut di kawasan 250 hektare dengan menanam 100.000 pohon, “Langkah berikutnya kami meluncurkan program SOSharks (Save Our Sharks) untuk menghentikan penjualan hiu di pasar swalayan, toko online, dan restoran serta SBU Cargo kita tidak akan melayani pengiriman ikan hiu ke negara manapun," tuturnya.

Sementara, langkah ketujuh adalah menanam 23.600 mangrove di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, dan 5000 mangrove di perairan Teluk Banten, Serang. (bani)

BERITA TERKAIT

Diversifikasi Pasar Ekspor untuk RI yang Sejahtera

  Oleh: Nurul Karuniawati, Peneliti Universitas Udayana               Setiap peluang perdagangan akan menentukan pertumbuhan ekonomi sebuah bangsa. Karena itu,…

Presiden Minta PKH Tak Digunakan untuk Konsumtif

      NERACA   Jakarta - Presiden Joko Widodo meminta para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) mengarahkan warga penerima…

Manfaat Fintech untuk Petani di Pedalaman

  Oleh: Archie Flora Anisa, GenBI Universitas Indonesia Hobat bin Luncat, seorang ketua adat dayak di desa Riam Durian, kecamatan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Berkah Kinerja Emiten Meningkat - Jumlah Investor di Sumbar Tumbuh 46%

NERACA Padang – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Sumatera Barat (Sumbar) mencatat jumlah investor saham asal Sumbar di pasar…

Indo Premier Bidik AUM 2019 Tumbuh 50%

Tahun depan, PT Indo Premier Investment yakin dana kelolaan atau asset under management (AUM) mereka akan tumbuh hingga 50% seiring…

HRUM Siapkan Rp 236 Miliar Buyback Saham

PT Harum Energy Tbk (HRUM) berencana untuk melakukan pembelian kembali saham atau buyback sebanyak-banyaknya 133,38 juta saham atau sebesar 4,93%…