Cakra Mineral Investasikan Dana US$ 50 Juta - Akuisisi 100% Saham Asing

NERACA

Jakarta – PT Cakra Mineral Tbk (CKRA) berencana mengakuisisi 100% saham Dunestone Development S.A (DD), perusahaan terbatas yang didirikan berdasarkan hukum negara British Virgins Island. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Perusahaan penambang bijih besi ini berniat mengambil alih 100% saham DD dari Rami Sadek M. Kuwatly dengan nilai nominal US$3 juta. Disebutkan bahwa perseroan dan Rami telah menandatangani perjanjian jual beli saham pada 12 Desember 2013. Sementara transaksi pengambilalihan 100% saham DD disepakati sebesar US$50 juta atau Rp579 miliar. DD merupakan perusahaan yang bergerak di bidang investasi dan perdagangan barang tambang khususnya bijih mineral (mineral ore).

Sebelumnya, perseroan telah menyiapkan dana sekitar US$100-150 juta untuk melakukan usaha patungan (joint venture) dengan asing. Kerjasama ini disebutkan untuk mengolah hasil tambangnya yakni bijih besi menjadi Pig Irone. Dengan begitu, perseroan akan membangun smelter untuk mengolah bijih besinya menjadi lebih bernilai di Sumatera Barat.

Menurut Direktur PT Cakra Mineral Tbk Argo trinandityo, dengan kerjasama ini peralatan atau mesin pengolah bijih besi tersebut akan berasal dari Jerman. Adapun kepemilikan sahamnya nanti belum bisa disebutkan.

Dia menambahkan, smelter ini nantinya akan mengolah bijih besi yang akan menghasilkan 90% pig iron dengan kadar bijih besi 55-63 fe. “Kami akan membangun smelter awal tahun 2014, rencana ini juga untuk menyambut kebijakan pemerintah dalam aturan ekspor hasil tambang yang akan berlaku di 2014 nanti”, ungkapnya.

Hingga September 2013, perseroan mencatatkan kenaikan penjualan 20,24% menjadi Rp30,75 miliar dari sebelumnya Rp24,52 miliar di September 2012. Sementara, beban pokok penjualan sebesar Rp21,014 miliar di September 2013, perseroan mencatat laba kotor sebesar Rp9,61 miliar atau naik dibanding sebelumnya Rp4,59 miliar di September 2012.

Perseroan berhasil menekan beban usaha di September 2013 menjadi sebesar Rp7,76 miliar dibanding periode sama tahun sebelumnya Rp9,43 miliar membuat perseroan meraih laba usaha Rp1,85 miliar dan laba sebelum pajak menjadi Rp3,41 miliar. Dengan menekan beban pajak perseroan, laba bersih menjadi Rp487,26 juta dan laba per saham dasar sebesar Rp0,02 per saham.

Sedangkan aset perseroan hingga September 2013 tercatat turun menjadi Rp1,19 triliun dari sebelumnya Rp1,21 triliun di akhir perode Desember 2012, dengan jumlah kas dan bank akhir periode September 2013 tercatat sebesar Rp8,20 miliar. (nurul)

Related posts