Pembunuh Terbesar Ketiga - KECELAKAAN LALU LINTAS

KECELAKAAN LALU LINTAS

Pembunuh Terbesar Ketiga

Badan Kesehatan Dunia di bawah PBB, yaitu WHO (World Health Organization) menyimpulkan bahwa kecelakaan lalu lintas di Indonesia merupakan pembunuh terbesar ketiga setelah penyakit jantung koroner dan tubercolosis (TBC). WHO merilis pada 2011, sebanyak 67% korban kecelakaan lalu lintas adalah pada usia produktif, yaitu pada rentang usia 22-50 tahun.

Sedangkan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menyebutkan, pada 2012 telah terjadi 109.038 kasus kecelakaan lalu lintas dengan 27.441 orang meninggal dunia. Polri menaksir, kerugian akibat kecelakaan lalu lintas ada di kisaran Rp 203 triliun – Rp 217 triliun, atau sekitar 2,9-3,1% Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

Jika dibandingkan dengan tahun 2011, tingkat kecelakaan 2012 relatif menurun baik dari segi kasus maupun jumlah korban, yaitu 109.776 kasus dan 31.185 orang meninggal dunia.

Jumlah kecelakaan tersebut signifikan dengan pertumbuhan penjualan kendaraan bermotor sebagai obyek pemicu kecelakaan lalu lintas. Pada 2002, penjualan mobil yang dicatat Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencapai 317.748 unit. Sepuluh tahun kemudian, 2012, angka penjualan mobil sudah mencapai 1,12 juta unit atau naik 12% tiap tahun.

Sedangkan data yang dirilis Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), tak kalah serunya. Pada 2002, terjual 2,3 juta unit sepeda motor berbagai merek. Lalu, pada 2012 sudah membengkak menjadi 7,1 juta unit.

“Kuncinya, ketika sarana prasarana dan infrastruktur transportasi belum memadahi, adalah bagaimana secara bersama-sama mengkampanyekan budaya tertib berllu lintas di jalan raya,” kata anggota Komisi V DPR Saleh Husin, kepada Neraca.

Saleh pun minta agar pemerintah mengutamakan pembanguan transportasi umum masal yang baik, nyaman, aman, dan terjangkau agar orang dapat beralih dari angkutan pribadi ke angkutan umum. Dia juga minta agar Wakil Presiden yang menggagas upaya mengatasi kemacetan di Jakarta konsekuen menjalankan program yang sudah ditetapkan, termasuk pembentukan Otoritas Transportasi Jabodetabek yang sejak September 2010 hingga kini belum juga diwujudkan.

Pada 20 Juni 2011, Wapres Boediono sudah mencanangkan program Dekade Keselamatan Jalan/DKJ (Decade of Action for Safety Riding) 2011-2020. Di Indonesia, program DKJ 2011-2020 dilakukan antara lain oleh Safety Road Association (RSA). Pemerintah menargetkan penurunan angka kecelakaan fatal hingga 50% pada 2020. PBB malah mematok target zero accident pada 2015. (saksono)

BERITA TERKAIT

Indonesia Jadi Importir Gula Terbesar di Dunia

NERACA Jakarta – Apapun niat pemerintah untuk menjaga stabilitas harga, namun bila dilakukan dengan kebijakan impor tentu saja menuai pro…

Sinergitas Lintas Sektor Dukung Pengawasan Produk Ilegal

NERACA Medan - Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia terus meningkatkan koordinasi dan kerja sama lintas sektor demi…

Brother dan Polres Sukabumi Gelar Safety Riding - Tingginya Angka Kecelakaan Kebanyakan Kaum Perempuan

Brother dan Polres Sukabumi Gelar Safety Riding Tingginya Angka Kecelakaan Kebanyakan Kaum Perempuan NERACA Sukabumi - Angka kecelakaan di Kota…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

Literasi Tangkal Hoaks

Literasi atau pengetahuan/kemampuan terkait bahasa dan membaca bisa menjadi daya pertahanan bagi bangsa berkenaan maraknya kabar bohong atau hoaks. Namun…

Waspadai Manuver Gunakan Modus Hoaks

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo meminta masyarakat mewaspadai berlanjut manuver politik yang menggunakan modus kabar bohong atau hoaks karena kemungkinan…

Jernih Berpikir Menyongsong Pilpres 2019

Di tengah maraknya penghalalan segala cara untuk merebut atau mempertahankan kekuasaan, perlulah bagi pihak-pihak yang berkompetisi untuk mengikhtiarkan kejernihan berpikir,…