Pasar Modal Dituntut Memiliki Peran Lebih - Menjaga Stabilitas Ekonomi

NERACA

Jakarta - Industri pasar modal dalam negeri saat ini belum memberikan peran lebih besar terhadap perekonomian dalam negeri. Hal ini tercermin dari minimnya kontribusi terhadap produk domestik bruto masih rendah baru sekitar 50% atau masih rendah dibandingkan negara seperti Singapura sebesar 260% dan Hongkong menapai 1080%.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nurhaida mengatakan, kedepan peran industri pasar modal harus ditingkatkan agar mampu menjaga stabilitas ekonomi Indonesia di tengah gejolak global, “Diharapkan pasar modal dapat memberi kontribusi terhadap ekonomi Indonesia sehingga akan membantu stabilitas bagi ekonomi Indonesia,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Menurut dia, salah satu pendukung peran pasar modal dalam stabilitas perekonomian yakni dengan menambah jumlah investor domestik. Investor domestik dinilai dapat menahan gejolak yang datang dari eksternal. Disebutkan, dalam 'master plan' pasar modal tertuang ada tiga tujuan. Tujuan dalam jangka pendek yakni mengembangkan investor.

Kedua, menambah jumlah investor institusi dan terakhir mengembangkan pelaku industri untuk meningkatkan jumlah investor. Saat ini, lanjut Nurhaida, penetrasi pasar modal Indonesia baru mencapai 20% dari perekonomian nasional,”Jumlah investor pun masih sedikit dengan hanya mencapai 0,2% dari jumlah penduduk Indonesia, sehingga diharapkan event gemilang Investa Bursa akan meningkatkan jumlah investor,”tandasnya.

Nurhaida menambahkan, melalui event tersebut diharapkan bisa memicu masyarakat untuk berpartisipasi di industri pasar modal. Selain itu, program tersebut juga merupakan penghargaan bagi perusahaan manajemen investasi dan sekuritas dalam menjaring investor. Acara ini akan dilakukaan setiap tahunnya dengan melibatkan partisipasi para AB yang secara total berjumlah 114 AB.

Sebagai informasi, di negara maju ekonomi di kendalikan oleh korporasi. Pasalnya, pasar modal memberikan kontribusi cukup besar terhadap PDB. Direktur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Hoesen pernah bilang, kinerja emiten yang positif diharapkan dapat meningkatkan kontribusi pasar modal terhadap PDB Indonesia,”Rasio terhadap PDB di negara maju di atas 100%. Artinya ekonomi dikendalikan oleh korporasi," kata dia.

Saat ini, total perusahaan yang sahamnya telah tercatat di BEI sebanyak 480 perusahaan dengan nilai kapitalisasi pasar sebesar Rp4.512,714 triliun. (bani)

BERITA TERKAIT

PLN Terbitkan Surat Utang Rp 5,7 Triliun

NERACA Jakarta – Perkuat struktur permodalan, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menggalang dana hingga Rp 5,7 triliun dari penerbitan surat…

Bidik Pasar Ekspor Timor Leste - Japfa Targetkan Volume Ekspor 1000 Ton

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan pasar ekspor, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) melakukan ekspor perdana produk pakan ternak ke…

Pendapatan Merdeka Copper Naik 66,95%

NERACA Jakarta - Emiten pertambangan logam, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mengantongi pendapatan US$191,77 juta pada semester I/2019 atau…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pieter Tanuri Tambah Porsi Saham di BOLA

NERACA Jakarta –Perkuat porsi kepemilikan saham, Pieter Tanuri menambah kepemilikan sahamnya pada PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (BOLA) menjadi 23,52%…

BEI Kantongi 22 Calon Emiten Bakal Go Public

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sesumbar bakal mencatatkan 60 emiten baru sampai akhir tahun 2019 seiring dengan…

Lippo Karawaci Tunjuk Rudy Halim Jadi COO

NERACA Jakarta – Emiten properti, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) resmi menunjuk Rudy Halim sebagai Chief Operating Officer (COO) yang telah efektif…