Pendapatan Negara Sebesar Rp1.224 Triliun

NERACA

Jakarta -Kementerian Keuangan mencatat realisasi pendapatan negara per 29 November 2013 telah mencapai Rp1.224 triliun atau 81,5% dari target dalam APBN-Perubahan sebesar Rp1.502 triliun. Berdasarkanketerangan pers tertulis Direktur Jenderal Perbendaharaan yang diterima di Jakarta, Kamis (5/12), realisasi tersebut berasal dari penerimaan perpajakan yang tercatat sebesar Rp936 triliun atau 81,5% dari target Rp1.148,4 triliun dan penerimaan negara bukan pajak Rp285,5 triliun atau 81,8% dari target Rp349,2 triliun.

Dari penerimaan perpajakan tersebut, penerimaan pajak penghasilan mencapai Rp439,4 triliun atau 81,6% dari target Rp538,8 triliun, pajak pertambahan nilai Rp330,1 triliun atau 77,9% dari target Rp423,7 triliun dan cukai Rp98,8 triliun atau 94,3% dari target Rp104,7 triliun.Sedangkan realisasi penyerapan belanja negara baru mencapai Rp1.386,8 triliun atau 80,3 persen dari pagu Rp1.726,2 triliun yang terdiri atas belanja pemerintah pusat Rp910 triliun atau 76 persen dari pagu Rp1.196,8 triliun dan transfer ke daerah Rp476,8 triliun atau 90,1 persen dari pagu Rp529,4 triliun.

Dari realisasi belanja pemerintah pusat, belanja pegawai mencapai Rp204,5 triliun atau 87,8 persen dari pagu Rp233 triliun, belanja barang Rp117,6 triliun atau 56,9 persen dari pagu Rp206,5 triliun dan belanja modal Rp107,2 triliun atau 55,7 persen dari pagu Rp192,6 triliun.Sedangkan penyerapan belanja subsidi energi mencapai Rp259,8 triliun atau 86,6 persen dari pagu Rp299,8 triliun yang terdiri dari subsidi BBM Rp174 triliun atau 87,1 persen dari pagu Rp199,9 triliun dan subsidi listrik Rp85,8 triliun atau 85,8 persen dari pagu Rp100 triliun.

Dengan demikian, defisit anggaran hingga akhir November 2013 telah tercatat sebesar Rp162,8 triliun atau 72,6 persen dari target APBN-Perubahan senilai Rp224,2 triliun atau sekitar 1,7 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). [ardi]

BERITA TERKAIT

Bappenas: Pertumbuhan RI Relatif Stagnan - AKIBAT PRODUKTIVITAS TERTINGGAL DARI NEGARA LAIN

Jakarta-Pejabat Bappenas mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia dinilai relatif stagnan dan masih jauh di bawah rata-rata. Salah satu faktor penyebabnya adalah…

BSDE Serap Belanja Modal Rp 2,4 Triliun

NERACA Jakarta - Selain penjualan tumbuh 12% di kuartal tiga 2018, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) juga mengungkapkan telah…

PGN Bukukan Untung Rp 3,21 Triliun

NERACA Jakarta – Sepanjang kuartal tiga 2018, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) membukukan pertumbuhan laba melesat tajam 122,79%. Dimana…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

OJK "Lepas Tangan" Bunga P2P Lending

      NERACA   Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa regulator tidak mengatur secara spesifik besaran bunga…

Generasi Milenial Potensial Pasar Asuransi

    NERACA   Jakarta - Perusahaan asuransi dan manajemen aset AXA Indonesia (AXA Group) menyatakan generasi milenial (penduduk Indonesia…

The Fed akan Naikkan Bunga Bertahap

      NERACA   Jakarta - Bank Sentral Amerika Serikat (AS) akan terus menaikkan suku bunga secara bertahap. Hal…