OJK Terbitkan 328 Efek Syariah Kedua

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan Daftar Efek Syariah yang terdiri atas 328 efek jenis saham emiten dan perusahaan publik serta efek syariah lainnya yang mulai berlaku 1 Desember 2013. Informasi tersebut disampaikan OJK dalam keterangan persnya di Jakarta, Kemarin.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Nurhaida mengatakan, Daftar Efek Syariah itu merupakan daftar periode kedua dalam tahun 2013. Daftar itu merupakan panduan investasi bagi pihak pengguna, di antaranya manajer investasi, pengelola reksadana syariah, asuransi syariah dan investor yang mempunyai keinginan untuk berivestasi pada portofolio efek syariah.

Disebutkan, daftar tersebut juga merupakan panduan bagi penyedia indeks seperti PT Bursa Efek Indonesia yang menerbitkan Jakarta Islamic Index dan Indeks Saham Syariah Indonesia. Penerbitan Daftar Efek Syariah itu diatur melalui Keputusan Dewan Komisioner OJK Nomor Kep-60/D.04/2013 tanggal 19 November 2013.

Penerbitan keputusan tersebut didasarkan pada peninjauan/review berkala yang dilakukan OJK atas Daftar Efek Syariah yang telah ditetapkan sebelumnya. Sumber data bahan penelaahan dalam penyusunan Daftar Efek Syariah dimaksud berasal dari laporan keuangan yang berakhir 31 Juni 2013 yang diterima OJK serta data pendukung lainnya berupa data tertulis yang diperoleh dari emiten atau perusahaan publik.

Secara periodik OJK akan melakukan tinjauan atas Daftar Efek Syariah berdasarkan Laporan Keuangan Tengah Tahunan dan Laporan Keuangan Tahunan dari emiten atau perusahaan publik.

Review atas Daftar Efek Syariah juga dilakukan jika terdapat emiten atau perusahaan publik yang pernyataan pendaftarannya telah menjadi efektif dan memenuhi kriteria efek syariah atau jika terdapat aksi korporasi, informasi, atau fakta dari emiten atau perusahaan publik yang dapat menyebabkan terpenuhi atau tidak terpenuhinya kriteria efek syariah.

Pada saat Daftar Efek Syariah itu berlaku maka Keputusan Dewan Komisioner OJK Nomor KEP-25/D.04/2013 tanggal 24 Mei 2013 tentang Daftar Efek Syariah dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Sebelumnya berdasar Keputusan Dewan Komisioner OJK Nomor KEP-25/D.04/2013 tanggal 24 Mei 2013 yang mulai berlaku 1 Juni 2013, daftar tersebut memuat 302 efek jenis saham emiten dan perusahaan publik serta efek syariah lainnya. (ant/bani)

BERITA TERKAIT

Pertumbuhan Lambat Perbankan Syariah Di Kalbar

  NERACA Pontianak – Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Barat, Mochamad Riezky F Purnomo, mengatakan pertumbuhan perbankan syariah…

Tiga Bank BUMN Syariah jadi Mitra Pertamina

NERACA Jakarta - PT Pertamina (Persero) menggandeng tiga bank Syariah anak BUMN sebagai mitra dalam pembayaran gaji dan sejumlah pembayaran…

Klaim Polis Tidak Dibayarkan - Nasabah Jiwasraya Tuntut Tanggung Jawab OJK

Kasus raibnya dana investasi nasabah asuransi Jiwasraya menyeret Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk turut serta bertanggung jawab dan bukan sebaliknya…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Tiga Anak Usaha BUMN Bakal IPO di 2019

Menyadari masih sedikitnya perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang go public atau tercatat di pasar modal, mendorong Kementerian Badan…

Impack Pratama Beri Pinjaman Anak Usaha

Dukung pengembangan bisnis anak usaha, PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) melakukan perjanjian hutang piutang dengan anak usahanya PT Impack…

Layani Pasien BPJS Kesehatan - Siloam Tambah Tujuh Rumah Sakit Baru

NERACA Jakarta – Tidak hanya sekedar mencari bisnis semata di industri health care, PT Siloam International Hospital Tbk (SILO) terus…