Pharmacon Tingkatkan Penjualan Obat Bebas - Terus Jajaki Prinsipal Baru

NERACA

Jakarta – PT Millennium Pharmacon International Tbk (SDPC) akan menambah porsi penjulan untuk obat bebas (Over The Counter /OTC) setelah memperoleh klien baru untuk produk tersebut. Direktur PT Millennium Pharmacon International Tbk Ahmad bin Abubakar mengatakan, pada Oktober 2013 lalu, perseroan mendapatkan klien baru di bidang penjualan OTC. Sehingga, perseroan memproyeksikan ke depannya pasar OTC akan cukup potensial dan semakin terbuka, “Ke depannya, perseroan akan terus menjajaki prinsipal baru agar dapat menjadi afiliasi perseroan dalam mendongkrak penjualan”, katanya di Jakarta, Selasa (3/12).

Dia menyebutkan, saat ini sudah ada beberapa perusahaan bidang OTC dan alat kesehatan yang dibidiknya. Dia juga yakin penjualan perseroan akan meningkat didukung oleh penambahan-penambahan prinsipal.

Emiten distributor obat ini juga menyampaikan bahwa pihaknya berhasil mencatat penjualan sebesar Rp1,08 triliun pada bulan Oktober 2013. Pencapaian ini meningkat sekitar 11.31% jika dibandingkan dengan raihan penjualan pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp972,32 miliar.

Sementara Direktur Utama PT Millenium Pharmacon International Tbk, Muhammad Muhazni menuturkan, pertumbuhan ini sejalan dengan pertumbuhan industri farmasi di Indonesia yang juga diproyeksikan tumbuh sebesar 12%.

Dia juga mengatakan, naiknya penjualan ikut mendukung perolehan laba bersih perseroan yang naik 34,37% menjadi Rp10,34 miliar pada periode Oktober 2013 dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 7,69 miliar,”Sampai dengan bulan Oktober penjualan SDPC sudah dapat Rp1,08 triliun. Naiknya penjualan dan laba bersih perseroan di picu oleh tingginya permintaan akan obat dan alat kesehatan”, katanya.

Dia menambahkan, raihan penjualan di bulan Oktober pada tahun ini telah mencapai 93,91% dari target penjualan hingga akhir tahun sebesar Rp1,15 triliun. Selain itu, pada pos marjin laba bersih juga tercatat naik menjadi 0,91%, dibandingkan dengan marjin laba bersih pada periode yang sama tahun lalu sebesar 0,79%. Sementara biaya operasional perseroan meningkat sebesar 10,8%.

Dalam mengembangkan sayap usahanya, perseroan menjalin kerjasama distribusi dengan PT Mega Pharmaniaga yang merupakan sebuah perusahaan yang membuat produk kesehatan dan produk konsumen. Kerjasama tersebut telah ditandatangani pada tanggal 28 November 2013 lalu. Dengan perjanjian kerjasama distribusi ini berlaku untuk periode 2 tahun sejak ditandatangani dan akan diperpanjang secara otomatis setiap periode 2 tahun berikutnya setiap jatuh tempo.

Sebelumnya, perseroan juga telah menjalin kerjasama distribusi dengan CV Untung Kumoro yang memproduksi minyak angin aroma terapi dibulan November lalu untuk jangka waktu 1 tahun.

Penjualan perseroan periode Oktober 2013 mengalami peningkatan sebesar 11,4% menjadi Rp1,08 triliun dibandingkan periode Oktober tahun sebelumnya. pPdahal per September 2013 penjualan perseroan baru mencapai Rp869,08 miliar. Pertumbuhan penjualan ini seiring denagn pertumbuhan industri farmasi di Indonesia yang sekitar 12%.

Beban operasional tercatat Rp75,25 miliar atau mengalami kenaikan dari periode Oktober tahun sebelumnya yang Rp67,92 miliar. Laba bersih per Oktober 2013 mencapai Rp10,43 miliar atau meningkat dibandingkan periode Oktober 2012 yang Rp7,69 miliar.

Sementara laba bersih per September 2013 perseroan mencapai Rp7,82 miliar. Hingga Oktober 2013, belanja modal perseroan sudah terserap hampir Rp6 miliar dimana sebagian besar untuk peralatan kantor, diikuti kendaraan, perbaikan sewa serta peralatan teknik.(nurul)

Related posts