Lagi, Berlian Laju Tanker Lepas 2,61 Miliar Saham BULL

NERACA

Jakarta- PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA) kembali melepas sahamnya yang ada pada PT Buana Listya Tama Tbk (BULL) sebanyak 2,61 miliar saham. Penjualan saham ini dilakukan atas dasar penjaminan atas pembiayaan yang diperoleh dari suatu perjanjian pembelian kembali saham (perjanjian repo). Informasi ini disampaikan manajemen perseroan dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (2/12).

Disebutkan, setelah dilakukannya pengambilalihan saham ini, kepemilikan saham PT Berlian Laju Tanker Tbk atas PT Buana Listya Tama Tbk menjadi 5,8 miliar saham, atau mengalami penyusutan sebesar 31%. Tercatat, pada 27 Juni 2012, BLTA menjual 1,94 miliar saham BULL seharga Rp 50 per unit, atau senilai total Rp 97,1 miliar. Selanjutnya, pada 29 Juni 2012, BLTA kembali menjual 267,98 juta saham seharga Rp 50 per unit, atau Rp 13,4 miliar.

Seperti diketahui, emiten pelayaran ini tengah berupaya untuk mengimplementasikan rencana restrukturisasi perseroan. Perseroan telah mengajukan banding atas keputusan pengadilan Niaga yang mengesahkan rencana restrukturisasi pada 14 Maret 2013. Namun pada 29 Juli 2013, kasasi atas putusan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU yang telah diajukan tersebut ditolak.

Sementara terkait peraturan perusahaan di Singapura yang melibatkan anak perusahaan perseroan, pengadilan tinggi Singapura telah memperpanjang validitas proteksi hingga 27 September 2013. Keputusan tersebut diperoleh dalam sidang lanjutan 30 Juli 2013. Dengan adanya keputusan ini, pihak manajemen meyakini akan memberikan kesempatan kepada anak perusahaan untuk menyajikan rencana komposisi masing-masing dengan maksud untuk menyelesaikan utangnya.

Perpanjangan validitas proteksi oleh pengadilan tinggi Singapura atas beberapa anak perusahaan perseroan sebelumnya telah diperoleh perseroan dengan perpanjangan waktu hingga 25 Juni 2013 berdasarkan ketentuan 210 (10) peraturan perusahaan Singapura. Kemudian, pada sidang tanggal 25 Juni 2013, pengadilan tinggi Singapura telah memperpanjang proteksi tersebut hingga 31 Juli 2013.

Atas keputusan pengadilan di Singapura tersebut terkait dengan anak perusahaan juga telah diterima pengakuannya di Amerika Serikat berdasarkan ketentuan 15 Kode Kepailitan Amerika Serikat. Ini berkaitan dengan 3 entitas Gramercy yang bernama Gramercy Distressed Opportunity Fund II, Gramercy Distressed Opportunity Fund Ltd, dan Gramercy Emerging Markets Fund (Grup Gramercy) yang telah mengajukan petisi atas perseroan berdasarkan ketentuan 11 kode kepailitan Amerika Serikat. (lia)

BERITA TERKAIT

Wagub Jabar: Pembentukan DOB Tidak Bisa Ditawar Lagi

Wagub Jabar: Pembentukan DOB Tidak Bisa Ditawar Lagi NERACA Bandung - Wakil Gubernur Jawa Barat (Wagub Jabar) Uu Ruzhanul Ulum…

Danai Ekspansi Pembiayaan - Lagi, SMF Terbitkan Obligasi Rp 9 Triliun

NERACA Jakarta – Bila tidak ada aral melintang, tahun ini PT. Sarana Multigriya Finansial Persero (SMF) berencana menerbitkan surat utang…

BEI Suspensi Saham BDMN dan BBNP

PT  Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara waktu perdagangan dua saham perbankan yang direncanakan akan melakukan merger usaha pada perdagangan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Transaksi Saham di Sumut Masuk 10 Besar

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Sumatera Utara (Sumut) mengungkapkan, transaksi investor pasar modal di Sumut masuk 10 besar nasional…

IPCC Serap Dana IPO Rp 525,28 Miliar

Sejak mencatatkan saham perdananya di pasar modal tahun kemarin, PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk. (IPCC) telah memakai dana penawaran umum…

Armada Berjaya Bidik Dana IPO Rp39 Miliar

Satu lagi perusahaan yang bakal IPO di kuartal pertama tahun ini adalah PT Armada Berjaya Trans Tbk. Perusahaan yang bergerak…