80% Saham Lagindo Diborong Asing - Kelebihan Permintaan 1,5 Kali

NERACA

Jakarta – Penawaran saham perdana PT Logindo Samudramakmur Tbk hingga saat ini sudah terserap investor dan tercatat, sekitar 80% saham perdana perseroan diborong investor institusi asing, “Sebanyak 80% saham PT Logindo diserap institusi asing, sisanya investor domestik itu pun juga institusi bukan investor ritel,”kata Direktur Investment PT RHB OSK Securities, Siantaraga yang juga sebagai penjamin emisi IPO PT Lagindo Samudramakmur Tbk di Jakarta, Senin (2/12).

Dia menjelaskan, tingginya minat investor asing menyerap saham perdana PT Lagindo karena memahami bisnis perseroan yang dinilai memiliki prospek positif. Ditambah, perseroan juga lebih memilih investor institusi yang dinilai berinvestasi untuk jangka panjang, “Asing lebih mengerti bisnis PT Logindo dan dari awal kita juga konsentrasi dengan institusi bukan investor ritel,”ujarnya.

Selain itu, kata Siantaraga, saham perdana baru PT Logindo juga telah mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) di atas satu kali. Di mana oversubcribded tersebut hanya sedikit, sekitar 1,5 kali. Tidak hanya itu, perusahaan yang bergerak di bidang pelayaran dengan fokus pada kapal penunjang kegiatan angkutan lepas pantai bagi industri Migas, telah menetapkan harga per saham yaitu Rp2.800 per saham. Nilai tersebut merupakan di bawah kisaran harga yang ditawarkan,”Kita tetapkan harga range paling bawah Rp2.800 per saham,”katanya.

Menurutnya, harga saham yang ditetapkan PT Lagindo dengan pertimbangan kondisi ekonomi Indonesia saat ini yang tengah mengalami perlambatan ekonomi, dinilai harga yang tepat. Pasalnya, jika ditetapkan paling atas dikhawatirkan tidak terserap dengan baik oleh para investor.

Namun sayangnya, dirinya belum mau menyebutkan jumlah saham yang akan dilepas ke pasar dengan alasan belum masuk jadwal efektif,”Saya tidak bisa bicara banyak, ini kan jadwal efeltifnya besok, yang jelas kita melihat kondisi makro kita makanya kita tetapkan harga bawah,”tuturnya.

Sebagai informasi, PT Logindo Samudramakmur berencana melaksanakan IPO akhir tahun ini. Jumlah saham yang ditawarkan sebanyak-banyaknya 193.277.175 saham baru atau 30% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Perseroan juga akan melepas sebanyak-banyanya 1.327.718 saham atau 10% dari jumlah penerbitan saham yang ditawarkan untuk program alokasi saham karyawan (employee stock allocation/ESA) dengan kisaran harga dengan Rp2.800-Rp3.700 dan PER sebanyak tujuh sampai sembilan kali.

Presiden Direktur Logindo, Eddy K. Logam pernah bilang, target dana yang di bidik dari IPO sekitar Rp 500 miliar - Rp 700 miliar. Nantinya, dana hasil IPO sekitar 30% akan digunakan membayar pinjaman bank, 60% untuk belanja modal dan sisanya 10% untuk modal kerja, “Utang jangka pendek berasal dari dua bank di Singapura senilai US$ 18 juta. Sedangkan belanja modal (capex) tahun depan disiapkan sekitar US$ 80 juta," ujar Eddy.

Eddy bilang, dengan anggaran belanja modal itu, perseroan akan dapat menambah 5 buah kapal baru. Dia bilang sampai akhir tahun ini pihaknya akan mempunyai 59 kapal. Hingga semester I 2013 ini, Logindo berhasil meraup pendapatan US$ 25 juta. Jumlah itu naik 65,5% jika dibanding periode yang sama tahun lalu senilai US$ 15,1 juta. Sedangkan laba komprehensif perseroan tercatat US$ 7,2 juta, jumlah tersebut naik 81% dibanding tahun lalu sebesar US$ 3,9 juta. (bani)

BERITA TERKAIT

Permintaan Iklan Meningkat - Surya Citra Media Targetkan Bisnis Tumbuh 10%

NERACA Jakarta – Berhasil menjaga pertumbuhan kinerja keuangan yang positif di kuartal pertama tahun ini, menjadi keyakinan bagi  PT Surya…

Penanaman Modal Asing - Pemerintah Bidik Investasi Industri Elektronika Hingga Rp2,3 T

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian terus berupaya meningkatkan investasi di sektor industri elektronika dan telematika. Tujuannya untuk memperdalam struktur manufakturnya…

ACES Bagikan Dividen Rp 28,5 Per Saham

Hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) dan RUPS Luar Biasa PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) menyepakati untuk membagikan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Passpod Melesat Tajam 319,63%

Kuartal pertama 2019, PT Yelooo Integra Datanet Tbk (YELO) atau Passpod berhasil mencetak pertumbuhan laba melesat tajam 319,63% menjadi Rp…

Dulu Rugi, Kini BIPI Untung US$ 8,61 Juta

NERACA Jakarta - PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) berhasil mengantongi pendapatan US$16,04 juta di kuartal pertama 2019. Realisasi ini…

PTPP Realisaikan Kontrak Baru Rp 10,75 Triliun

NERACA Jakarta – Sampai dengan April 2019, PT PP (Persero) Tbk (PTPP) berhasil membukukan kontrak baru sebesar Rp10,75 triliun. “Sampai dengan…