Terapkan Teknologi Tepat Guna - Agar Bisnis Ikan Gurame Sukses

Meskipun ikan gurame bisa hidup di air yang kurang jernih namun perawatan kolam mutlak diperlukan untuk mencegah gurame jamuran. Kita disarankan menggunakan air yang benar-benar terjamin bersih dan terhindar dari bahan kimia. Pasalnya ikan gurame tetap rentan terhadap serangan penyakit. Sehingga kendala usaha pun tak jarang mennghampiri para pembudidaya gurame.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, sebaiknya para pembudidaya gurame menerapkan teknologi tepat guna. Sehingga ikan yang dihasilkan pun merupakan ikan terbaik. Nah, berbicara mengenai tingkat teknologi yang digunakan untuk budidaya ikan gurame umumnya dibedakan kepada tiga hal.

Pertama adalah dengan cara tradisional, semi intensif dan intensif, namun tidak ada batasan yang pasti dan jelas antara ketiga tingkat teknologi tersebut karena penggolongannya hanya dilakukan melalui perbedaan ciri-cirinya saja.

Ciri-ciri penggunaan teknologi tradisional adalah dengan mengandalkan budidaya pada kondisi alam saja, pemberian pakan secara alami, pemeliharaan ikan gurame dipanen setahun sekali dalam rangka memenuhi kebutuhan

Sementara itu ciri-ciri teknologi semi intensif adalah sedikit banyak telah melaksanakan kegiatan budidaya misalnya dalam hal pakan telah menggunakan pakan buatan di samping pakan alami dan telah dilakukan pengaturan kualitas air, namun belum secara terukur dan terkontrol.

Budidaya ikan gurame memerlukan kolam penyimpanan induk, pemijahan, penetasan dan pemeliharaan benih, pendederan, pembersaran dan penyimpanan sebelum di pasarkan.

Intinya, sebelum melakukan kegiatan budidaya, perlu dilakukan pembuatan kolam yang meliputi antara lain pembuatan pematang, saluran pemasukan air dan saluran pembuangan air, pintu pematang air, pintu pembuangan air, caren dan kowean (sering pula disebut kemalir dan kobakan), serta pengolahan dasar kolam dengan pupuk dan kapur.

Setelah kolam siap untuk digunakan, baru dilakukan kegiatan pembenihan, pendederan dan pembesaran ikan gurami.

Tahap persiapan kolam untuk pembenihan, pendederan maupun pembesaran prinsipnya hampir sama, hanya dibedakan pada padat tebar dan jenis pakan yang diberikan serta ketinggian air yang dibutuhkan. Konstruksi kolam dan pengolahan lahan pada setiap tahap sama.

Kemudian lakukan pemupukan untuk menyuburkan tanah sekaligus menumbuhkan pakan alami seperti Fitoplankton, Zooplankton dan Bentos yang sangat diperlukan untuk pertumbuhan benih ikan gurame. Setelah itu lakukan pengisian air dan dibiarkan selama 7 hari untuk memberi kesempatan pupuk terurai dan menumbuhkan pakan alami bagi benih gurame.

BERITA TERKAIT

Bisnis Properti Masih Lesu - Metropolitan Land Bidik Pendapatan Tumbuh 10%

NERACA Jakarta –Masih lesunya bisnis properti dirasakan betul PT Metropolitan Land Tbk (MTLA). Dimana emiten properti ini membukukan kinerja kuartal…

Cara Tepat Mencegah Dehidrasi saat Berpuasa

Di bulan Ramadan, tubuh menahan haus dan lapar selama lebih dari 12 jam. Artinya, ketika berpuasa, tubuh tidak menerima asupan…

Agar ASI Tetap Lancar saat Bulan Ramadan

Memasuki bulan Ramadan, umat Islam harus beradaptasi dengan penyesuaian waktu makan. Utamanya, bagi ibu menyusui yang membutuhkan asupan demi air…

BERITA LAINNYA DI PELUANG USAHA

Tahun 2019, Pemerintah Targetkan 8 Juta UMKM Aplikasikan Tekhnologi

Pemanfaatan teknologi digital untuk bisnis, khususnya skala usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), sudah menjadi sebuah keharusan. Sebab itu, upaya…

Pesatnya Perkembangan Pasar Modern dan Digitalisasi, Sarinah Tetap Bina UMKM

BUMN ritel PT Sarinah (Persero) menyatakan yakin bisa tetap eksis di tengah pesatnya perkembangan dunia digital. Untuk itu, Sarinah tetap…

Pertemuan IMF –WB Momentun Perkenalkan Produk UMKM Nasional Dikancah International

Pertemuan tahunan IMF – World Bank (WB)  yang berlangsung di Nusa Bali harus bisa menjadi momentum memperkenalkan produk  usaha mikro,…