Darma Henwa Raih Empat Kontrak Baru - Angkutan Batubara Jadi 20,94 Juta Ton

NERACA

Jakarta – PT Darma Henwa Tbk (DEWA) memproyeksikan angkutan batubara pada 2014 mencapai 20,94 juta ton atau naik 100% dari target tahun ini yaitu 10,53 juta ton. Kata Direktur PT Darma Henwa Tbk, Wachjudi Martono, peningkatan target angkutan batubara tersebut akan optimis tercapai dengan 4 kontrak pertambangan yang telah diperoleh yaitu melalui Batubara Asam Asam (ACP), Bengalon (BCP), Binungan Timur (EBCP), dan Malinau (MCP), “Bengalon akan berkontribursi maksimal dengan 11,59 Juta ton, lalu disusul Batubara Asam-Asam dengan 6,73 juta ton. Sementara untuk Malinau dan Binungan Timur, masing-masing sebesar 1,54 juta dan 1,07 juta ton”, katanya di Jakarta, akhir pekan kemarin.

Menurutnya, dengan diperolehnya keempat kontrak tersebut diprediksikan perseroan akan memperoleh kontrak senilai US$34 juta. Selain itu, perseroan juga tengah mengincar 7 kontrak yang sedang ditenderkan pada tahun depan,”Jika 7 kontrak tersebut dapat kami raih, maka kontrak itu dapat menopang revenue perseroan nantinya. Proyek potensial itu adalah proyek jasa penambangan di Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur”, ungkapnya.

Seiring dengan kontrak-kontrak yang telah diperoleh dan tengah diincar, dia juga mneyebutkan bahwa perseroan menargetkan pendapatan pada 2014 mencapai US$395,24 Juta. Sedangkan untuk laba kotor pada tahun depan juga diprediksi akan mencapai US$4,80 juta.

Disisi lain, perseroan juga akan berusaha melunasi utang-utangnya dengan cara mencicil. Perseroan menargetkan membayar utang sekitar US$4 juta kepada bank pada tahun 2014. Dia menjelaskan bahwa manajemen akan terus menekan beban utang kedepannya.

Hingga September 2013, utang bank perseroan berhasil ditekan menjadi US$11,31 juta. Ini menurun sekitar 26,9% dari akhir tahun Desember 2012. Perseroan berhasil menipiskan beban hutang bank dari sebesar US$15,31 juta menjadi sekitar US$11,31 juta.“Kami punya komitmen untuk membayar utang kembali minimal sekitar US$ 4 juta per tahunnya”, katanya.

Salah satu cara perseroan memperoleh dana untuk membayarkan utangnya adalah dengan cara menggenjot revenue seiring adanya penambahan proyeksi pendapatan di 2014 dikarenakan beberapa proyek batubara akan diproduksi. Selain itu, internal kas oerseroan akan turut berpartisipasi untuk membayarkan utang perseroan.

“Kami berencana tidak akan menambah utang lagi pada tahun depan karena suku bunga yang tinggi”, katanya.

Dia juga mengakui bahwa utang perseroan yang cukup besar mempengaruhi pendapatan perseroan yang turun hingga 50% jika dibandingkan dengan periode yanh sama pada tahun 2012. Per September tahun ini pendapatannya alami penurunan hingga 50% dari periode yang sama tahun 2012 atau menjadi US$175,6 juta dari sebelumnya US$250,5 juta.

Sementara untuk pengupasan tanah (overburden), perseroan menargetkan dapat mencapai 143 juta bcm atau meningkat dua kali lipat lebih dari perkiraan di tahun ini yang 71,14 juta bcm. Sedangkan target produksi batu bara tahun depan diperkirakan juga akan meningkat menjadi 20,94 juta ton dibandingkan perkiraan tahun ini yang 10,53 juta ton. (nurul)

Related posts